Rabu, 12 Desember 2018 | 08:10:02 WIB

Ketua BPK : Jangan Menyerah Menutup Lubang Penyimpangan

Selasa, 7 Februari 2017 | 01:07 WIB
Ketua BPK : Jangan Menyerah Menutup Lubang Penyimpangan

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis memberikan keterangan pada wartawan di Jakarta. (FOTO: IST/LINDO)

JAMBI, LINDO - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis meminta pemerintah pusat, daerah, badan dan BUMN tidak menyerah menutup semua lubang bagi terjadinya penyimpangan dan kesalahan pengelolaan keuangan negara.

"Upaya terus menerus menanggulangi berbagai penyimpangan dengan menutup semua lubang penyimpangan dan kesalahan harus dilakukan dan tidak boleh sampai menyerah," kata Hari Azhar Azis pada acara "BPK Goes to Campus" di Kampus Universitas Jambi (Unja) di Jambi, Senin (6/2).

Menurut dia, BPK selalu terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sehingga BPK dapat melakukan pemeriksaan atas pengelolaan pertanggungjawaban keuangan negara sebaik mungkin.

Hadir pula pada kesempatan itu Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jambi Ny Elviana, Rektor Universitas Jambi Prof H Johni Najwan, Kepala BPKP Jambi Parna serta dihadiri sekitar 700 mahasiswa di kampus itu.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh pihak untuk selalu mencari jalan bagi perbaikan pengelolaan keuangan negara. Ke depan, kata dia masyarakat selain melihat dari perolehan opini atas laporan keuangan juga harus melihat kepada hasil pemeriksaan kinerja BPK untuk bisa menilai prestasi kerja suatu entitas pemerintah daerah.

"Dalam sepuluh tahun terakhir, pemeriksaan BPK menunjukkan peningkatan transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. BPK akan meningkatkan pemeriksaan kinerja agar bisa menilai kemampuan entitas dalam melaksanakan program pembangunan, terutama yang berkaitan langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat," kata Hary.

Menurut dia salah satu indikator keberhasilan laporan keungan bila memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari BPK. Namun opini WTP bukan segalanya, artinya upaya memperoleh opini WTP hendaknya seiring dengan upaya pencapaian kinerja yang baik dalam pengelolaan keuangan.

"Idealnya upaya meraih WTP juga dibarengi dengan upaya untuk mencapai kinerja terbaik, tidak terjadi korupsi dan rakyatnya kian sejahtera," katanya.

Sementara itu Rektor Universitas Jambi, Prof Dr Johni Najwan menyatakan, kehadiran BPK dalam program goes to campus sangat positif dan diperlukan oleh para mahasiswa sehingga mereka tahu dan sadar tertib administrasi serta disiplin dalam pengelolaan keuangan negara.

"Peran BPK sangat jelas dalam menegakkan tata kelola dan pertanggung jawaban keuangan negara, generasi muda dalam hal ini mahasiswa harus tahu terkait transparansi dan tata kelola keuangan yang benar berdasarkan undang undang dan aturan yang berlaku," kata Johni Najwan.

Menurut dia dalam pengelolaan keuangan tak hanya dibutuhkan kemampuan penyusunan laporan saja, tapi juga harus dibarengi dengan pemahaman aturan berdasarkan UU atau peraturan di bawahnya.

Sementara itu kegiatan BPK Goes to Campus itu merupakan bagian dari publik awarness BPK di kalangan akademisi dan mahasiswa. Kegiatan itu bertema "Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat. Dalam diskusi juga berkembang sejumlah permasalahan dalam pengelolaan keuangan, pajak hingga amnesti pajak. (ANT)

Berita Terkait