Minggu, 23 September 2018 | 13:50:52 WIB

Ahok Sampaikan Pesan di Hari Pers Nasional

Jum'at, 10 Februari 2017 | 00:45 WIB
Ahok Sampaikan Pesan di Hari Pers Nasional

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan pesan untuk jurnalis di Hari Pers Nasional (HPN) 2017 yang jatuh pada 9 Februari.

"Pers harus memberitakan kebenaran. Jangan bad news is a good news". Itu enggak benar" kata Ahok saat mengunjungi Yayasan KUM di kawasan Kembangan Raya, Jakarta Barat, Kamis (9/2).

Cagub yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat itu mengimbau agar peran media dalam memberikan kabar sesuai dengan kaidahnya.

Menurut dia, media diharapkan bisa menempatkan bahwa berita buruk bukanlah sebuah kabar yang baik dan sebaliknya berita baik seharusnya menjadi kabar baik untuk pembacanya.

"Bad (news) ya bad, good ya good. Jangan dibolak-balik," ungkap dia.

Menurut survei dari Indonesia Indicator, Ahok menjadi gubernur paling banyak dibicarakan di media selama 2016.

Beberapa faktor yang menyebabkan sorotan mengenai Ahok sangat tinggi adalah karena posisinya sebagai gubernur di DKI Jakarta, sikapnya yang selalu mengundang reaksi publik baik pro dan kontra, posisinya di Pilkada DKI, serta kasus dugaan penistaan agama yang melibatkannya.

Ahok diberitakan rata-rata sebesar 23.153 pemberitaan setiap bulannya. Puncak pemberitaan mengenai dia terjadi pada November, yakni sebesar 62.003 pemberitaan. Ia bahkan mengalahkan pemberitaan Presiden Jokowi di waktu yang sama, yakni 47.593 berita.

Ada pun puncak peringatan Hari Pers Nasional 2017 diselenggarakan di Lapangan Polda Maluku, Ambon, yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Iriana Joko Widodo.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Margiono serta sejumlah pejabat negara, salah satunya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menkominfo Rudiantara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Beberapa pemilik perusahaan media yang turut hadir, yakni Chaerul Tanjung, Surya Paloh, dan Hary Tanusudibyo. (ANT)

Berita Terkait