Jumat, 22 Juni 2018 | 08:28:13 WIB

Soal Kecurangan, Massa Pendukung Sidik-Jasman Protes ke KPU Kota Ternate

Jum'at, 11 Desember 2015 | 19:39 WIB
Soal Kecurangan, Massa Pendukung Sidik-Jasman Protes ke KPU Kota Ternate

Massa pendukung pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Ternate, Maluku Utara Sidik-Jasman melakukan aksi protes di kantor KPU kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (11/12). (FOTO: FAISAL EMBO/LINDO)

TERNATE, LINDO - Massa pendukung pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Ternate, Maluku Utara Sidik-Jasman melakukan aksi protes kepada penyelenggara pemilu ditingkat kelurahan.

Menurut mereka, KPU kota Ternate sengaja membiarkan kasus ini dan tidak mau melakukan pemeriksaan terhadapa oknum penyelenggara ditingkat kelurahan yang melakukan pelanggaran. Aksi yang dimulai sejak Jumat (11/12) sore itu sempat terjadi adu mulut dengan pegawai KPU, namum pihak kepolisian yang berjaga-jaga dilokasi itu langsung melerai aksi massa.

Dalam orasinya, mereka menuduh penyelenggara pemilu sudah berpihak pada salah satu kandidat calon Walikota Ternate.  KPU, menurut mereka tidak melakukan pemeriksaan terhadap oknum penyelenggara pemilu yang melakukan pelanggaran di kelurahan Tafure.

Pelanggaran kecurangan yang dimaksud adalah pembongkaran kotak suara dan mengantikan dokumen asli dengan dokumen yang palsu di kelurahan Tafure, kota Ternate.

Massa pendukung Sidik-Jasman mendesak agar KPU kota Ternate menganulir hasil kecurangan penghitungan suara di tingkat kelurahan dan di lakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) diwilayah-wilayah yang dianggap bermasalah.

Mereka juga merasa kekecewaan terhadap oknum anggota KPU yang telah mempublikasi hasil rekapitulasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota ternate kepada media.

Seharusnya kata massa aksi, KPU tidak boleh mempblikasi hasil penghitungan suara yang sedang berlangsung kepada publik. Sebaiknya KPU harus menunggu ada pleno ditingkat KPUD.

Perbuatan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh salah satu oknum anggota KPU ini kata mereka, adalah dengan cara mengirim hasil rekapan melalui SMS ke salah satu wartawan media cetak di kota Ternate, Malut. Sementara rapat pleno ditingkat kecamatan belum selesai di laksanakan.

Sementara dari kelurahan Dufa-dufa, kota Ternate dilaporkan sejumlah massa juga melakukan hal yang sama. Massa dari pendukung calon Walikota dan calo Wakil Walikota Ternate nomor 3 Bur-Ada melakukan aksi protes dan menuduh KPU sengaja membiarkan ada kecuranagan yang terjadi penghitungan suara di tingkat kelurahan. (FAISAL)

Berita Terkait