Rabu, 17 Januari 2018 | 22:01:36 WIB

Kasal : Percepatan Pembangunan Kelautan Merupakan Keniscayaan

Rabu, 15 Maret 2017 | 18:29 WIB
Kasal : Percepatan Pembangunan Kelautan Merupakan Keniscayaan

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, ketika memberikan kuliah umum di Gedung Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. (FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Keamanan maritim memerlukan kontribusi semua komponen, khususnya institusi penegak hukum dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) sebagai salah satu komponen pertahanan negara, memiliki peran yang vital untuk mewujudkan kondisi tersebut melalui implementasi tugas dan peran yang telah digariskan oleh pemerintah dan pimpinan TNI.

Hal demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, ketika memberikan kuliah umum di Gedung Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/3).   Dihadapan mahasiswa Hukum Undip Semarang, Kasal berbicara tentang keamanan laut Indonesia menuju Poros Maritim Dunia.

Menurutnya, laut merupakan kekayaan terbesar bangsa Indonesia selain jumlah penduduk, luas wilayah dan kekayaan atas keberagaman budaya.  Meskipun demikian, kekayaan tersebut belum termanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat dan kepentingan nasional lainnya.

“Masyarakat Indonesia belum memahami arti penting laut bagi kemajuan negara dan bangsa, seperti yang selalu disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa di laut tersimpan harapan dan tersimpan kejayaan,” terang Kasal.

Dalam langkah mengimplementasikan visi Poros Maritim Dunia lanjutnya, percepatan pembangunan kelautan merupakan keniscayaan yang harus diupayakan dalam kerangka mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

“Peran, potensi, dan peluang Indonesia untuk menjadi Poros Maritim Dunia perlu dirumuskan secara jelas.  Visi Poros Maritim Dunia bisa terwujud apabila ada kebijakan dan program pendukung yang tepat, efektif, dan kompetitif,” jelas Laksamana TNI Ade Supandi.
 
Selain dihadiri 300 orang mahasiswa Undip, kuliah umum ini juga diikuti perwakilan mahasiswa hukum dari universitas lainnya, diantaranya dari UIN Wali Songo, UNIKA UNTAG, UNISSULA, UNWAHAS, serta perwakilan dari Akpol, Akpelni, dan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Exekutif Mahasiswa Undip.

Satu hal yang menarik dan membanggakan, kuliah umum yang diberikan oleh orang nomor satu di jajaran TNI AL ini disiarkan video call conference secara langsung dengan 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

Pada akhir kegiatan, dilaksanakan tukar menukar cinderamata dan sertifikat anatara Kasal dengan pihak universitas dalam hal ini Rektor Undip Prof. DR. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum serta Ketua Dekan Fakultas Hukum Undip Prof. DR. R Benny Riyanto, S.H., M.Hum., C.N.

Berita Terkait