Rabu, 22 November 2017 | 10:30:35 WIB

Banding Ditolak PT DKI, Pengacara Jessica Yakin Menang di MA

Senin, 20 Maret 2017 | 04:25 WIB
Banding Ditolak PT DKI, Pengacara Jessica Yakin Menang di MA

Pengacara Kondang Otto Hasibuan dan terpidana Jessica Kumala Wongso saat berpelukan usai divonis bersalah. (FOTO: TEMPO/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Jessica Kumala Wongso, terpidana dalam perkara pembunuhan Wayan Mirna Salihin, harus menelan pil pahit. Permohonan banding terpidana 20 tahun penjara itu ditolak Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta lewat putusan tertanggal 7 Maret 2017 silam.  

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jamaludin Samosir mengatakan, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta telah memberikan putusan banding terkait kasus kopi sianida itu dengan terpidana Jessica Kumala Wongso.

"Satu, menerima permintaan banding dari penasehat hukum terdakwa dan jaksa penuntut umum. Dua, menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 777/2016/PN Jakarta Pusat," kata Jamaludin kemarin.

Majelis Hakim menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan dan membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp 2.000.

"Menimbang bahwa karena terdakwa ditahan dan tidak terdapat alasan untuk mengeluarkannya dari tahanan maka terdakwa harus dinyatakan tetap berada dalam tahanan," demikian tertulis dalam putusan itu.

"Diputuskan oleh Hakim Ketua Erlang Prakoso Wibowo, Hakim Anggota Pramodana KK Atmadja, dan Sri Anggarwati," tambah Jamaludin.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menguatkan putusan sidang sebelumnya. Jessica dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 27 Oktober 2016 lalu.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara. Vonis tersebut sama seperti tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Otto Hasibuan, ketua tim penasihat hukum Jessica, mengaku sudah memprediksi apabila banding yang diajukan ke PT DKI Jakarta bakal ditolak. Oleh karena itu ia sempat menyatakan pada Jessica untuk tidak menaruh banyak harapan pada proses banding.

"Dia (Jessica) sehat, (tapi) sangat sedih sekali. Dia nangis terus nanya 'kenapa Pak Otto ngomong gitu?' (jangan terlalu berharap dengan banding di Pengadilan Tinggi). Tapi mukjizat bisa terjadi saya bilang. Ternyata nggak terjadi. Kalau di Mahkamah Agung (MA) sungguh-sungguh kita berharap," kata Otto ketika dikonfirmasi.

Pengalaman

Hal itu terpaksa dikatakan oleh Otto karena berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, ia menilai sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ketika mengajukan banding pada tingkat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Berharap boleh, tapi jangan terlalu banyak. Pengalaman saya sebagai lawyer, tidak dapat (hasil) banyak (baik) di PT," ujarnya.

Ia memiliki alasan tersendiri mengenai keyakinannya bahwa banding yang diajukan di PT DKI Jakarta bakal ditolak. Namun Otto menolak untuk menyebutkan faktor-faktor itu.

"Saya punya pengalamanlah, alasan khusus. Satu-satunya harapan kita MA. Banyak faktorlah, sulit saya jelaskan hal begitu," kata Otto.

Oleh karena itu, penasihat hukum Jessica berencana untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah pihaknya mengantungi hasil putusan PT yang resmi.

"Kita akan ajukan kasasi ke MA. Setelah putusan (banding) dapat, sampaikan pernyataan kasasi, dalam waktu 2 minggu masukan memori kasasi," kata Otto lagi.

Ia benar-benar menumpukan harapannya pada pengajuan kasasi di tingkat MA.

Kuasa hukum Jessica lainnya, Hidayat Bostam, mengatakan pihaknya akan menyambangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengambil berkas putusan penolakan banding.

"Di Pengadilan tinggi kita belum tahu pertimbangannya apa. Makanya mau ambil dulu berkasnya," ujarnya kemarin.

Menanggapi rencana kuasa hukum Jessica mengajukan kasasi, Ardito Mawardi selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku belum menerima salinan resmi mengenai putusan Pengadilan Tinggi DKI.

"Saya belum terima salinan putusannya. Saya belum dengar, malahan," kata Ardito saat dikonfirmasi, Senin (13/3).

Oleh karena itu, dirinya tidak bisa berkomentar banyak terkait langkah yang akan ditempuh apabila tim penasihat hukum Jessica mengajukan kasasi.

"Mungkin nanti aja, pak Kasipenkum Kejati, Pak Waluyo. Saya belum melihat, jadi belum bisa kasih komentar banyak. Silakan nanti kami nunggu pimpinan, seperti apa," tuturnya.

Kendati demikian, ia menyatakan rasa syukurnya karena putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sependapat dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengenai vonis kurungan penjara selama 20 tahun yang dijatuhkan kepada Jessica.

"Menguatkan ya. Oh kalau gitu syukurlah. Tanggapan saya, ya berarti sependapat kan ya, Pengadilan Tinggi dengan putusan PN Jakarta Pusat ya," ucap Ardito.

Sedangkan pihak Polda Metro Jaya tampak santai menanggapi putusan PT yang menolak banding Jessica.

Dengan penolakan itu berarti bukti penyelidikan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah sesuai fakta, bahwa Jessica melakukan pembunuhan terhadap Mirna Salihin dengan kopi sianida.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, langsung angkat dua jempol pasca mengetahui putusan banding. Menurut Argo, penolakan itu membuktikan bahwa kinerja penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terbukti berhasil. "Bukti bahwa penyidikan mengarahkan kalau dia (Jessica) pelakunya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (13/3).

Argo juga mengatakan, kasus ini sudah masuk ranah pengadilan dan kejaksaan, sehingga Polri tak bisa lagi mengomentari lebih jauh. "Kami hanya tunggu kabar baiknya saja," ujarnya seraya tersenyum. (WK/SARMIN)

EDITOR : AHMAD DAILANGI

Berita Terkait

Baca Juga