Senin, 22 Januari 2018 | 21:12:27 WIB

Bendungan Titab di Bulelenga Akan Dioperasikan

Minggu, 13 Desember 2015 | 12:43 WIB
Bendungan Titab di Bulelenga Akan Dioperasikan

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi didampingi Kepala Pusat Bendungan Imam Santoso saat melihat lokasi Bendungan Titab untuk memastikan kesiapan pelaksanaan acara tersebut, Sabtu (12/12). (FOTO: HUMAS PU/LINDO)

BULELENG - Bendungan Titab yang berada di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali, Minggu (13/12) akan dilakukan pengisian awal (impounding).

Demikian hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi didampingi Kepala Pusat Bendungan Imam Santoso saat melihat lokasi Bendungan Titab untuk memastikan kesiapan pelaksanaan acara tersebut, Sabtu (12/12).

Acara pengisian awal Bendungan Titab di desa Ularan, Buleleng rencananya akan dilakukan pada pukul 14.00 waktu setempat dan dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.     

Pembangunan Bendungan Titab yang sumber airnya berasal dari Sungai Saba dimaksudkan untuk mengatasi kekeringan dan penanggulangan banjir terutama di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Bendungan Titab juga akan mengairi daerah irigasi Saba dan Puluran seluas 1.794,82 Ha untuk meningkatkan intensitas tanam dari 169% menjadi 275%.

Disamping itu memenuhi kebutuhan air baku sebesar 350 liter/ detik di 3 kecamatan yaitu Seririt, Banjar dan Busungbiu di Kabupaten Buleleng. Menambah cadangan energi listrik sebesar 2x0,75 MW untuk Kecamatan Busungbiu serta sebagai daerah konservasi air dan pariwisata.

Kapasitas tampung Waduk/bendungan Titab sebesar 12 juta m3 menjadikan bendungan Titab - Ularan ini merupakan bendungan ke 6 dan merupakan yang terbesar di Provinsi Bali. Bendungan lain di Bali yakni Palasari, Grogak, Telaga Tunjung, Benel, dan Muara.

Dirjen SDA Mudjiadi menyatakan pembangunan Bendungan Titab dikerjakan sejak 2011 hingga 2014 (Multyears) dan selesai pada tahun ini yang menelan sekitar Rp 486 miliar untuk pekerjaan konstruksinya. Direncanakan ada 2 Waduk lagi yang dapat dibangun Di Provinsi Bali yakni  bendungan Talagabaja di karangasem, dan Waduk Sidan di Gianyar.

"Kita selesaikan dulu yangg ini baru lanjut dua itu. Nah bangun bendungan di bali itu ada khasnya. Yakni pertimbangan untuk pariwisata atau arena arum jeram." jelas Dirjen SDA.

Hingga 5 tahun tahun ke depan sangat dimungkinkan untuk pembangunan beberapa bendungan baru. Prasarana penampung air ini masih perlu dibangun guna menunjang ketahanan pangan khususnya beras agar Indonesia tidak impor  lagi.

Sejalan dengan itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke depan akan terus berupaya untuk  mempersiapkan lokasi yang cocok untuk dibangun infrastruktur bangunan air atau bendungan.

"Masalahnya tidak mudah menemukan lokasinya. Terlebih di Jawa. Karena untuk dibangun Waduk membutuhkan syarat tertentu seperti geografi (harus cekungan), tanahnya tidak rendah dan tidak banyak dihuni penduduk," ungkap Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Mudjiadi.

Sementara itu menurut Kasatker Pelaksana Jaringan Sumber Air Balai Wilayah Sungai  Bali  - Penida, Putu Eddy Ditjen SDA Kementerian PUPR dibutuhkan waktu sekitar  2,5 - 3 bulan untuk pengisian awal, tergantung cuaca alam.

Bila musim hujan proses pengisian mungkin bisa lebih cepat. Waduk Titab dikerjakan oleh Nindya - Brantas Jo. Ditambahkan Putu, Pekerjaan konstruksi sudah rampung. Adapun pekerjaan sisanya antara lain penataan kawasan, area sabuk hijau, dan jalan inspeksi. (SONY)

Berita Terkait