Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:08:38 WIB

Menteri Pertanian Kecewa Saat Tinjau Gudang Bulog di Sukoharjo

Kamis, 30 Maret 2017 | 16:26 WIB
Menteri Pertanian Kecewa Saat Tinjau Gudang Bulog di Sukoharjo

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Direktur Operasi Perum Bulog Fadzri saat meninjau beras bulog di Jakarta. (FOTO: IST/LINDO)

SUKOHARJO, LINDO - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku kecewa saat meninjau Kompleks Gudang Triyagan milik Perum Bulog karena salah satu mesin penggilingan dan pemanas padinya tidak beroperasi, padahal saat ini pemerintah sedang gencar melakukan penyerapan/pembelian gabah.

"Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menggangu penyerapan gabah yang pada akhirnya mengganggu ketahanan pangan nasional," kata Amran kepada pers di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (30/3).

Hal tersebut disampaikan saat melakulan sidak ke sejumah gudang Divre Bulog untuk mengetahui serapan gabah milik petani.

Dalam kunjungan Mentan, kepala dan staf gudang mengatakan bahwa mesin pengering gabah tidak beroperasi satu minggu.

Tapi Mentan Andi tidak mempercayai begitu saja dan langsung melihat lokasi mesin. Di situ, Mentan menemukan bangunan mesin pengering dengan banyak sarang laba-laba sehingga dipastian lama tak beroperasi.

"Saya memastikan bahwa mesin ini sudah lebih dari sebulan tidak beroperasi sehingga menyebabkan penggilingan gabah menjadi beras tak optimal," katanya.

Merasa dibohongi oleh pengurus gudang, Mentan tak bisa menahan kecewa dan minta mereka dipindahtugaskan atau diberhentikan.

"Saya minta kepada direktur SDM Perum Bulog untuk menindak petugas gudang yang tidak bekerja optimal dam sudah saya telepon," katanya.

Mesin pengering jika dioptimalkan bisa dioperasikan selama dua shif apalagi saat ini panen terjadi di mana-mana.

Dalam sidak tersebut Amran juga masih menemukan adanya truk pengangkut beras yang antre terlalu lama hingga dua hari, sehingga distribusi ke pasar atau konsumen menjadi terlambat.

"Truk pengangkut beras tak boleh terlalu lama antre. Harus kita carikan solusinya," katanya. (ANT)

Berita Terkait