Sabtu, 23 Juni 2018 | 13:10:19 WIB

Harga Boking Wanita Asal Maroko di Puncak-Bogor Mencapai Rp.6 Juta Semalam

Minggu, 13 Desember 2015 | 17:55 WIB
Harga Boking Wanita Asal Maroko di Puncak-Bogor Mencapai Rp.6 Juta Semalam

Ilustrasi - Para wanita dunia malam asal Maroko di Cisarua Bogor diamankan oleh petugas, pada Minggu malam. (FOTO: ISKAN/LINDO)

BOGOR, LINDO - Wanita bisa dipakai (bispak) atau disebut lagi wanita pelacur asal Maroko di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, harga bokingnya mencapai Rp.5 juta hingga 6 juta rupiah semalam.

Tim LINDO pernah melakukan investigasi keberadaan wanita pelacur asal Maroko di kawasan Puncak. Bahkan di daerah sana ada sebuah kampung yang disebut kampung Arab, karena penghuninya kebanyakan dari Timur Tengah.

Banyak diantara mereka mempunyai usaha restoran dan penginapan. Namun, ada juga yang menjajakan jasa pemuas birahi alias wanita pelacur.

Seorang tukang ojek di Puncak, Yaya menceritakan bahwa wanita Arab perempuan yang menjadi wanita pelacur berasal dari Maroko. Sehari-hari memang tidak memakai kerudung tertutup, melainkan memakai pakaian serba ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya.

Paras wanita pelacur memang cantik khas negeri Arab. Berkulit putih, bermata cokelat, berhidung mancung, berambut panjang kecoklatan. Jika berjalan di kawasan Puncak, mereka selalu menjadi perhatian para pria lokal atau turis Arab.

Namun tak sembarangan untuk mencicipi wanita pelacur impor ini. Harga yang ditawarkan pun terbilang mahal untuk sekali main. “Cewek Maroko itu harganya Rp5 juta hingga Rp6 juta semalem,” kata Yaya.

Yaya menerangkan, bahwa para wanita pelacur tersebut dikendalikan oleh mucikari wanita inisial A yang juga asal Maroko. Mereka dihubungkan dua pria asal Indonesia. “Dua pria inisial J dan An perannya sebagai penghubung,” terangnya.

Yaya juga sempat menawarkan LINDO untuk pergi ke lokasi itu dan melihat secara langsung para wanita pelacur dari Maroko itu. Saat bertandang kesana, tim LINDO dihadang oleh sekelompok pemuda yang menjaga lokasi itu, mereka beralasan saat ini kunjungan untuk pergi ke kampung Arab ditutup sementara. (RITA)

Berita Terkait