Minggu, 22 Juli 2018 | 17:32:24 WIB

Dandim Harap Jajarannya Harus Menjadi Pelopor Terdepan

Senin, 14 Desember 2015 | 14:50 WIB
Dandim Harap Jajarannya Harus Menjadi Pelopor Terdepan

Kodim 0501/JP BS melaksanakan kegiatan Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal Tahun Anggaran (TA) 2015. (FOTO: PENDAM JAYA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Guna menangkal berkembangnya Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan Faham Radikal, Kodim 0501/Jakarta Pusat (JP) BS (Berdiri Sendiri) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal Tahun Anggaran (TA) 2015, di Aula Makodim 0501/JP BS Jalan Selaparang Blok B 11 Kav 1, Keluarahan Gunung Saharii Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/12).

Hadir dalam kegaiatan tersebut, selain anggota Kodim 0501/JP BS, juga dihadiri oleh Persatuan Istri Tentara (Persit) Kodim 0501/JP BS, Ditkuad, Puspenerbad, Yon 3 Bekang Rat, Dittopad dan FKPPI Jakarta Pusat.

Dalam kegiatan tersebut sebagai nara sumber atau pembawa materi adalah Pasi Intel Kodim 0501/JP BS Mayor Inf Eko Pramono Arifin.

Komandan Kodim (Dandim) 0501/JP BS Kolonel Inf Martin SM Turnip mengatakan, sebagai Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) kita harus mampu mengambil peranan dan menjadi pelopor terdepan dalam menangkal berbagai ancaman yang dapat mengancam keselamatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

”Bukan hal yang sulit untuk  kita mampu menempatkan diri sebagai benteng terdepan dalam mencegah masuk dan berkembangnya komunis maupun faham radikal lainnya di lingkungan kita," terang Dandim) 0501/JP BS Kolonel Inf Martin S.M. Turnip.

Untuk itu lanjutnya, kita harus sama-sama meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan kita terhadap segala macam bentuk komunis dan faham radikal lainnya agar tidak dapat berkembang luas di negara kita.

Dalam pengarahannya Pasi Intel Kodim 0501/JP BS menyampaikan Partai Komunis Indonesia (PKI) secara resmi dibubarkan dan dilarang keberadaannya dinegara kita, karena bertentangan dengan ajaran agama dan ideologi Pancasila, juga telah melakukan berbagai penghianatan dan pemberontakan untuk merebut kekuasaan (Kudeta).

"Namun dalam perjalanan waktu hingga saat ini, ternyata paham ideologi Komunis masih hidup di tengah-tengah masyarakat kita dan terus menggalang kekuatan untuk kembali bisa melakukan aktivitas secara nyata," ungkap Mayor Inf Eko Pramono Arifin.

Para kader dan simpatisannya tambahnya, terus berupaya dengan berbagai cara agar paham komunis bisa kembali diterima sebagai ideologi terbuka.

Salah satu caranya kata Pasi Intel, adalah dengan mencabut Tap MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang larangan Faham Komunis di Indonesia.

Menurutnya, Komunis itu tidak akan pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk dan akan terus berkembang dengan gaya baru.

"Untuk itu kita harus dapat menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru, di mana gerakan komunis gaya baru telah banyak menyusup ke berbagai elemen masyarakat," tegasnya.

Pasi Intel juga menekankan kepada seluruh peserta kegiatan, agar tidak mudah terhasut oleh tipu muslihat dan propaganda Komunis, selalu waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis yang berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia maupun faham radikal yang selalu berupaya untuk memaksakan penggunaan syariatnya dalam sendi-sendi keagamaan dan ketatanegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI. (*)

Berita Terkait