Rabu, 27 Maret 2019 | 10:17:56 WIB

Kemenhub: Dua Bus Pariwisata Yang Kecelakaan di Puncak, Tidak Terdaftar

Senin, 1 Mei 2017 | 23:53 WIB
Kemenhub: Dua Bus Pariwisata Yang Kecelakaan di Puncak, Tidak Terdaftar

Kemnhub gelar jumpa pers soal kecelakaan di Puncak Bogor, Jawa Barat yang tidak terdaftar sebagai angkutan wisata. (FOTO: ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugihardjo menyatakan, dua bus yang mengalami kecelakaan di dua lokasi Jalan Raya Puncak, ternyata tidak terdaftar sebagai angkutan wisata. Kemenhub akan mengintensifkan operasi terpadu mengecek kelengkapan surat kendaraan dan kelaikan bus.

"Dari data yang kami cek, pertama HS Transport tidak terdaftar sebagai perusahaan angkutan wisata di database Ditjen Perhubungan Darat.  Kedua, kendaraan tersebut AG 7057 UR tidak terdaftar atas nama HS Transport tapi masih pada pemilik lama yaitu PO Harapan Jaya Prima yang melayani trayek Surabaya-Trenggalek dan itu tanda uji KIR juga tidak terdaftar," ungkap Sekjen Kemenhub Sugihardjo dalam jumpa pers di gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (1/5).

Bus HS Transport lanjutnya, mengalami kecelakaan di Tanjakan Selarong, Megamendung, Jalan Raya Puncak, Bogor.  Bus menabrak lima mobil dan dua motor hingga mengakibatkan empat orang tewas dan 10 orang terluka.

Pada 30 April 2017 lanjutnya, bus Kitrans hampir sama, karena rem blong (dalam perjalanan) Puncak arah Cianjur di Ciloto dengan 12 orang meninggal. Itu sama perusahaannnya tidak terdaftar Kendaraan B 7057 BGA tidak terdaftar sebagai kendaraan tahap uji.

Dari dua kejadian ini, Kemenhub menilai banyak kendaraan untuk wisata yang tidak terdaftar armada dan perusahannya.  “Kemenhub memutuskan akan melakukan operasi terpadu untuk memastikan kelaikan jalan kendaraan dan operasionalnya,” tegasnya.

Untuk tambahnya, Kemenhub bersama pihak aparat terkait seperti Kepolisian dan Jasa Raharja, akan melakukan razia. "Dalam waktu dekat kami akan koordinasi dengan kepolisian dan Jasa Raharja untuk melaksanakan operasi terpadu di lapangan," ujar Sugihardjo.

Berita Terkait