Rabu, 20 Juni 2018 | 23:53:00 WIB

LP3TKI Surabaya Serahkan TKI yang Mengalami Depresi Kepada Keluarganya

Senin, 14 Desember 2015 | 21:01 WIB
LP3TKI Surabaya Serahkan TKI yang Mengalami Depresi Kepada Keluarganya

Korban depresi Emi Oktavia (berkerudung Ungu) didampingi suaminya, Hery Suprayitno (paling kanan) berpose bersama dengan petugas LP3TKI Surabaya, usai serahterima di Bandara Juanda Surabaya, Minggu (13/12). (FOTO: LP3TKI Surabaya/LINDO)

SURABAYA, LINDO - Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya, pada Minggu (13/12) kemarin menyerahkan seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) Emi Oktavia (32) kepada suaminya Hery Suprayitno.

Penyerahan Emi Oktavia, TKI asal desa Jonggrang RT 08/RW 03, kecamatan Barat, kabupaten Magetan, Jawa Timur kepada suaminya Hery Suprayitno ini, dilakukan oleh Abdul Wahid dan Krisna Dwi dari LP3TKI Surabaya, di Pos Pelayanan Kepulangan TKI UPT-P3TKI Disnakertransduk provinsi Jawa Timur di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Acara penyerahan itu juga disaksikan oleh Nugroho dari UPT-P3TKI Disnakertransduk provinsi Jawa Timur, dan Darsiyah, TKI yang mendampingi kepulangan Emi Oktavia dari Taiwan ke Indonesia.

Kepala LP3TKI Surabaya, Tjipto Utomo didalam keterangannya di Surabaya, Senin (14/12) mengatakan dari brafax Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Taiwan, yang diterimanya disebutkan mengenai kepulangan Emi Oktavia ke Indonesia ini atas permintaan suaminya, Hery Suprayitno, melalui suratnya tertanggal 09 Desember 2015.

Emi Oktavia dipulangkan ke Indonesia karena mengalami depresi dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Antai Medical Care Cooperation Tung Kang Hospital, Taiwan, dan Kaoshiung Municipal Kai-Syuan Psychiatric Hospital.

Dia dipulangkan dari Kaosiung, Taiwan, pada hari Sabtu (12/12) pukul 11.20 waktu setempat dengan pesawat Dragon Air-HKG KA 433 dan transit di Hong Kong. Kemudian dari Hong Kong menggunakan pesawat Cathay Pacific Airways CX 781 dan tiba di Bandara Juanda Surabaya, Minggu (13/12) pukul 06.40 WIB.

KDEI Taipei dalam brafaxnya yang diinfokan ke LP3TKI Surabaya menjelaskan, bahwa Agensi mengungkapkan TKI Emi Oktavia ditemukan terlantar di jalan pada hari Selasa (24/11) sekitar pukul 03.47 waktu Taiwan dalam kondisi tidak stabil, seperti berbicara sendiri dan merasa ketakutan. Kemudian pada saat itu juga dia dilarikan ke Rumah Sakit Antai Medical Care Cooperation Tung Kang Hospital untuk dirawat.

Setelah dibawa pulang ke penampungan Agensi, pada Selasa (24/11) malam kondisi Emi Oktavia tidak stabil lagi serta muncul gejala-gejala seperti tidak bisa tidur, teriak-teriak dan lari-lari. Kemudian esok harinya tepat pada Rabu, (25/11) agensi segera membawanya ke Kaoshiung Municipal Kai-Syuan Psychiatric Hospital untuk dirawat.

Selama menjalani perawatan intensif, kondisi Emi kemudian berangsur-angsur membaik. Terkait kondisi Emi Oktavia ini, pihak agensi juga telah menyampaikan kepada pihak keluarganya TKI yakni suaminya, Hery Suprayitno. "Apabila kondisi Emi Oktavia telah membaik, agar segera diatur untuk pulang ke Indonesia," pinta Hery Suprayitno dalam surat yang ditulis tangan.

Didalam pendataan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko-TKLN) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) diketahui bahwa di Taiwan Emi Oktavia diketahui bekerja pada sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

Pemilik Paspor Nomor A 6819552 ini bekerja di Taiwan, diberangkatkan PT Panca Asma Tunggal di kawasan Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. Emi Oktavia tercatat menjalani kontrak kerja di Taiwan sejak 21 Maret 2014 hinnga 21 Maret 2017. (HUMAS-LP3TKI-SUARABAYA)

Berita Terkait