Jumat, 21 September 2018 | 13:48:19 WIB

Lanal Cirebon Gelar Latihan Lintas Sektoral Penanggulangan Perompakan

Kamis, 11 Mei 2017 | 12:43 WIB
Lanal Cirebon Gelar Latihan Lintas Sektoral Penanggulangan Perompakan

(FOTO : LANALCIREBON/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon menggelar latihan lintas sektoral unsur maritim Vissite Boarding Search and Seazure (VBSS), di Dermaga Linggarjati, Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (10/5).

Komandan Lanal Cirebon Letkol Laut (P) Tarus Rostiyadi mengatakan, Latihan ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme Prajurit Lanal Cirebon dalam kerjasama dan kesigapan mengantisipasi situasi saat melaksanakan pemeriksaan di laut.

"Latihan lintas sektoral ini juga digelar untuk melatih bagaimana mekanisme dan koordinasi serta kerja sama instansi maritim dalam menghadapi kondisi darurat yang terjadii di laut maupun di area pelabuhan," jelas Letkol Laut (P) Tarus Rostiyadi.

Sebagai instruktur dalam latihan ini, dari satuan Komando Pasukan Katak Koarmabar (Satpaska Koarmabar) dan KKP II Bandung. Latihan ini dilaksanakan selama dua hari 9 - 10 Mei 2017, yang diikuti oleh prajurit Lanal Cirebon khususnya KAL Balongan dan Patkamla, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cirebon, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) tingkat II Bandung, Polairud Polda Jabar serta Tim Basarnas Cirebon.

Materi latihan meliputi Manover Speed VBSS, Ships Boarding (Menaiki Kapal), Ships Movement (Teknik bergerak didalam geladak), Close Quarter Combat (pertempuran didalam ruangan), Personal Handling (penanganan musuh yang tertangkap) serta Medical Evacuation (penanganan terhadap korban yang terluka ataupun ABK kapal yang diindikasikan terkena penyakit menular).

Dalam kegiatan puncak di skenariokan KSOP mendapat sinyal darurat bahwa kapal Tangker asing yang akan masuk pelabuhan Cirebon disandera oleh perompak, KSOP melaporkan Kepada Lanal Cirebon sehingga Lanal Cirebon mengirimkan Tim VBSS ke kapal asing untuk melaksanakan pembebasan sandera sementara KKP menyiagakan tim karantina kesehatan di Pelabuhan, tim VBSS melumpuhkan perompak dan menguasai kapal.

Berdasarkan laporan Nakhoda kapal didapati salah satu ABK kapal dicurigai terjangkit MERS (Middie East Respiratory Syndrome), KKP mengirimkan petugas Karantina kesehatan yang dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri) dengan menggunakan kapal Basarnas untuk melakukan pengecekan pasien, setelah pasien selesai diperiksa KKP dibantu tim Basarnas melakukan evakuasi pasien dari kapal tanker ke perahu evakuasi (tim Basarnas menggunakan masker N95 dan sarung tangan), didalam perjalanan sebelum merapat ke Dermaga ada petugas evakuasi yang jatuh ke laut dan di evakuasi oleh Tim Basarnas.

Setibanya di Dermaga, pasien langsung dipindahkan dari perahu evakuasi ke ambulance yang sudah menunggu, tim sanitasi dari karantina kesehatan melakukan disenfeksi alat angkut yang digunakan untuk mengevakuasi pasien.
"Kemampuan tim VBSS harus dimiliki oleh satuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) khusus bagi KRI atau KAL. Oleh karena itu diperlukan tim pemeriksa atau tim VBSS yang siap dan profesional dalam laksanakan tugas sesuai prosedur untuk meminimalkan Zerro Accident," terang Komandan Lanal Cirebon..

Selain itu tambahnya, latihan lintas sektoral ini dilaksanakan adalah untuk memelihara sinergitas dan mewujudkan soliditas unsur maritim yang berada di Cirebon.

Berita Terkait