Kamis, 20 September 2018 | 08:06:21 WIB

Semangat Kebangkitan Nasional Tidak Pernah Memudar

Senin, 22 Mei 2017 | 22:24 WIB
Semangat Kebangkitan Nasional Tidak Pernah Memudar

(FOTO : PENLANUDATS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke - 109 yang jatuh pada 20 Mei 2017, dilaksanakan di Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (Ats) dalam bentuk upacara bendera pada hari Senin (22/5), di Main Appron Lanud Ats, Bogor (Jawa Barat) dengan Inspektur Upacara (Irup) Kepala Dinas Personel Lanud Ats Kolonel Pnb A.F. Picaulima.

Pada upacara tersebut, Irup membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informosi Rudianta, yang menyatakan semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa kita hari-hari ini.

Padahal semangat itu sudah tercetus setidaknya 109 tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, namun sampai sekarang tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa.

Betapa tidak mudahnya para pendahulu merajut angan keindonesiaan saat itu, ketika insfrastruktur transportasi dan komunikasi masih terbatas, ketika sumber daya insani yang teguh dengan pemikiran keindonesiaan masih dapat dihitung dengan jari, ketika acuan untuk memperkokoh dasar-dasar kesamaan suku bangsa dan adat masih belum mengakar kuat, ketika semuanya itu berada dalam konteks ketakutan dan kekejaman kolonialis yang siaga memberangus setiap pemikiran yang memantik hasrat lepas dari belenggu penjajahan.

Presiden Joko Widodo pada awal tahun ini telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan. Bukan berarti sebelumnya kita abai terhadap aspek ini.

Malah sejak awal, dalam program nawacita yang disusun pemerintahan presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla, aspek pemerataan mendapat porsi perhatian yang sangat tinggi. Pemerataan pembangunan antarwilayah hendak diwujudkan dengan membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Pada awal tahun 2017 ini, meski angkanya membaik dibanding tahun sebelumnya, koefisien nisbah gini atau gini ratio,  yang merupakan ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk, masih sekitar 40 persen. Untuk itu bapak presiden meminta aparat penyelenggara negara bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan tersebut melalui berbagai langkah yang multidimensi.

Upacara dihadiri oleh para perwira staf serta komandan satuan dari Lanud Atang Sendjaja dan jajaran Wingdikum yang berada di Bogor, beserta seluruh personel Lanud Atang Sendjaja dan Wingdikum.

Berita Terkait