Sabtu, 21 Juli 2018 | 01:30:27 WIB

Dansatfibarmabar : Sebagai Atasan Harus Tahu Detail Kondisi Prajuritnya

Senin, 5 Juni 2017 | 13:04 WIB
Dansatfibarmabar :  Sebagai Atasan Harus Tahu Detail Kondisi Prajuritnya

(FOTO : DISPENKOARMABAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Satuan Kapal Amfibi Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatfibarmabar) Kolonel Laut (P) Heri Widodo, S.A.P., memberikan briefing kepada segenap perwira dan prajurit KRI Teluk Gilimanuk-531pada pelaksanaan Jam Komandan di longroom Bintara KRI Teluk Gilimanuk-531.

Dansatfibarmabar Kolonel Laut (P) Heri Widodo, S.A.P., dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dalam rangka membina personel jangan seperti “Pemadam Kebakaran“. Perumpamaan ini diambil karena apabila terjadi kebakaran biasanya akan menjadi panik dan dengan sekuat tenaga berusaha menghentikan kebakaran menggunakan segala kemampuan yang ada. Padahal kebakaran sendiri sebenarnya dapat dicegah dengan mencari potensi-potensi penyebabnya sehingga dapat mengambil langkah-langkah antisipasi.

Menurutnya, sama halnya dengan permasalahan yang terjadi pada prajurit, adakalanya seorang atasan sangat bernafsu menghukum prajurit yang bermasalah dengan hukuman seberat-beratnya, tanpa mengambil langkah antisipasi sebelumnya. 

"Untuk itu, apabila ada prajurit atau keluarga yang menghadapi permasalahan, seorang perwira sebagai atasannya harus memperhatikan dan mengetahui dengan detail kondisi yang bersangkutan maupun keluarganya," jelas Kolonel Laut (P) Heri Widodo.

Perhatian atasan lanjutnya, dengan terjun ke bawah dapat mengetahui potensi-potensi permasalahan yang akan timbul sehingga dapat mencegah permasalahan yang lebih besar terjadi.

Dansatfibarmabar juga menyinggung masalah dinamika kehidupan yakni permasalahan yang terjadi di dunia, di antaranya berupa kesehatan, kesulitan keluarga, karier maupun mendapatkan kemudahan-kemudahan pada hakekatnya merupakan ujian bagi orang-orang yang beriman.

"Seorang perwira atau atasan diharapkan juga menjadi seorang yang pemaaf bagi prajuritnya yang bermasalah, karena pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna karena Allah SWT-pun pernah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi seorang yang pemaaf.

Berita Terkait