Rabu, 22 November 2017 | 20:13:32 WIB

Harga Terbaru Koridor BKT Menunggu Hasil Kajian Tim Appraisal

Selasa, 13 Juni 2017 | 19:32 WIB
Harga Terbaru Koridor BKT Menunggu Hasil Kajian Tim Appraisal

Sejumlah petugas dari Tim Appraisal dan petugas Kelurahan sedang mengkroscek soal fisik bangunan yang terkena BKT di Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. (FOTO: ALDY/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim Appraisal yang ditunjuk oleh Pemerintah DKI Jakarta dan Petugas Dinas Bina Marga PU DKI Jakarta, serta petugas kelurahan Pulogebang dan Kelurahan Pondok Kopi baru-baru ini malakukan pendataan dan penelitian sejumlah tanah dan bangunan milik warga yang terkena koridor Banjir Kanal Timur (BKT) di dua Kelurahan yaitu Kelurahan Pulogebang Kecamatan Cakung, dan Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dalam penelitian itu tiga orang perwakilan dari Tim Appraisal dan satu orang petugas Bina Marga DKI di dampingi oleh dua orang petugas dari masing-masing Kelurahan menanyakan pada warga soal kepemilikan bangunan, usia tempat tinggal, lokasi letak bangunan dan tanah yang akan terkena koridor BKT.

Dalam kunjungan itu, Tim Appraisal juga mengkaji usia bangunan serta melihat secara langsung fisik bagunan yang akan dibayar termasuk mendokumentasi sejumlah luas lahan dan kondisi bangunan milik warga.

Yang menarik lagi dalam penilaian itu, Tim Appraisal mengkaji seluruh isi bangunan yang masuk dalam pembayaran koridor BKT, termasuk soal tanah yang tidak bersengketa dan lain-lain.

Dari pantaun LINDO, sejak pukul 11.00 WIB, Tim Appraisal bergerak ke pemukiman warga untuk meneliti berkas-berkas dan menanyakan luas lahan dan luas bangunan yang ada. Selama dua hari Tim Appraisal bekerja secara maraton untuk meneliti sejumlah bangunan milik warga yang terkena BKT.

Usai penelitian, tim apresial akan merumuskan secara menyeluruh soal harga dan kondisi bangunan melalui rapat internal tim independen yang hasilnya akan diserahkan pada Dinas Bina Marga PU DKI Jakarta.

Hingga saat ini warga dari dua kelurahan tersebut masih menunggu hasil penelitian yang dirumuskan soal harga terbaru isi bangunan dan tanah yang akan dibayar oleh pemprov DKI Jakarta tahun 2017. (ALDY)

EDITOR : AHMAD DAILANGI

Berita Terkait

Baca Juga