Sabtu, 21 Oktober 2017 | 15:55:09 WIB

Ancam Wartawan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Dituding Arogan

Kamis, 17 Desember 2015 | 00:47 WIB
Ancam Wartawan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Dituding Arogan

Sejumlah mahasiswa di kota Bekasi melakukan aksi demo di Kantor DPRD Kota Bekasi, Mereka menuntut agar anggota dewan dan walikota Bekasi yang menggunakan izasah palsu segera mundur dari jabatannya. (FOTO: IST/LINDO)

BEKASI, LINDO - Walikota Bekasi Rahmat Effendi dituding sebagai pejabat yang paling arogan terhadap para awak media yang akan meliput dan mengkonfirmasi seputar kasus yang dituduhkannya.

Salah satunya wartawan harian terbitan Jakarta yang kena arogan Walikota saat mengkonfirmasi mengenai ijazah palsu adalah Tohom Parlindungan. Kepada LINDO dia mengaku dirinya merasa terintimidasi oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

"Saat saya mengkonfirmasi, Rahmat menjawab dengan kesan arogan. Saya ini (Walikota), gue orang Bekasi, kalau mau tinggal di Bekasi," kata Tohom meniru ucapan walikota.

Hal senada juga di sampaikan oleh mantan ketua DPD PDIP Kota Bekasi Romiyanna TB Ambarita menyebut Rahmat Effendi sangat arogan.

"Wartawan itu kontrol sosial dilindungi Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dan pers atau rakyat lebih tinggi kedudukannya dari Walikota, kalau ada terjadi apa-apa dengan walikota, yah harus bertangung jawab donk," ucap Romiyana.

Sementara, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri saat ini masih melakukan penyelidikan ‎soal dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi atau Pepen.

Kasubdit Politik dan Dokumen, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Rudi Setiawan mengaku, masih dalam tahap penyelidikan maka pihaknya belum akan memanggil Rahmat Effendi.

"Kami masih kumpulkan bukti baik di lapangan maupun mencari saksi-saksi. Masih penyelidikan, belum penyidikan. Kami belum bisa memanggil yang bersangkutan untuk mengonfirmasi," ujar Rudi, Selasa (15 /12) kemarin.

Sebelumnya, Rudi mengatakan, pihaknya menerima adanya surat pengaduan dari seseorang berinisial UJ atas dugaan penggunaan ijazah palsu ‎oleh Wali kota Bekasi.

"Kasusnya soal pengaduan seseorang ke Bareskrim tentang dugaan ijazah palsu oleh Wali Kota Bekasi. Namanya pengaduan, ya kami lakukan penyelidikan, ini sedang jalan," paparnya. (bc)

EDITOR : Editor: Ayubdin Nasution

Berita Terkait

Baca Juga