Jumat, 22 Juni 2018 | 02:54:29 WIB

Pelajar Wilayah Jaktim Diberikan Pelatihan Saka Wira Kartika

Rabu, 12 Juli 2017 | 02:04 WIB
Pelajar Wilayah Jaktim Diberikan Pelatihan Saka Wira Kartika

(FOTO : KODIM0505/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Komandan Koramil (Danramil) 01/Jatinegara, Kodim 0505/Jakarta Timur (JT) Mayor Kav Luky Dibyanto memberikan pelajaran dan wawasan Saka wira Kartika kepada siswa/siswi perwakilan tiap - tiap SMU/SMK di wilayah Jakarta Timur, Senin (10/7) .

Mayor Kav Luky Dibyanto sebagai seorang Danramil juga berperan dan mempunyai dedikasi yang sangat tinggi dalam memberikan wawasan dan pelatihan kepramukaan se tingkat SMU/SMK dalam pelatihan Saka Wira Kartika yang dilaksanakan di Koramil Jatinegara.

Danramil 01/Jatinegara menjelaskan tentang Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Satuan Karya (Saka) ini diperuntukkan bagi para pramuka penegak dan pramuka pandega atau para pemuda usia antara 16-25 tahun dengan syarat khusus dan setiap Saka memiliki beberapa krida,” terang Mayor Kav Luky Dibyanto.

Danramil juga memberikan pelajaran tentang penanggulangan bencana alam dengan tujuan mengetahui jenis-jenis alat yang digunakan untuk menangulangi bencana alam fenomena atau gejala alam yang disebabkan oleh keadaan geografis, biologis, seismis, hidrogis dan meteorologist atau disebabkan suatu proses dalam lingkungan alam yang mengancam kehidupan dan perekonomian masyarakat serta menimbulkan malapetaka seperti banjir.

“Seperti dengan pelatihan cara menggunakan Perahu karet atau LCR di lokasi banjir dan dapat membantu korban banjir dengan baik dan benar, sehingga korban banjir yang ditolong selamat serta yang menolong selamat,” ujar Danramil 01/Jatinegara.

Ia juga menjelaskan tentang Krida Mountaineering, yaitu tata cara mempelajari tali temali atau sering disebut tali jiwa.  Menurutnya, seorang Pramuka Saka Wira Krida harus mampu dan mahir menggunakan tali tubuh (tali jiwa) yang di ikat di bagian tubuh, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan Montenering akan menjadi aman.

“Dengan pelajaran krida yaitu mempelajari tentang cara melintasi suatu kondisi alam, di mana kita berada misalnya pegunungan, perbukitan ataupun tebing, mountaineering juga dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan gunung atau dalam arti yang luas berarti suatu perjalanan yang meliputi mulai dari hill walking /hiking sampai pendakian ke puncak-puncak gunung yang sulit tutup,” jelas Mayor Kav Luky.

Berita Terkait