Minggu, 19 November 2017 | 20:54:45 WIB

Menpora : Atlet Pelajar Harus Dapat Perlakuan Khusus

Rabu, 12 Juli 2017 | 19:55 WIB
Menpora : Atlet Pelajar Harus Dapat Perlakuan Khusus

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberikan keterangan pada wartawan di Jakarta. (FOTO: IST/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan para atlet yang masih berstatus pelajar sekolah maupun perguruan tinggi harus mendapatkan perlakuan khusus dari tempatnya mengenyam pendidikan.

"Kalau tidak begitu, Indonesia susah mendapatkan bibit-bibit atlet muda," katanya di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (12/7).

Hal itu, menurut dia, perlu dilakukan agar para atlet tersebut dapat latihan dan tampil di kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional dengan maksimal.

Dia melanjutkan, para atlet pelajar tidak bisa disamakan dengan pelajar pada umumnya karena mereka membutuhkan waktu dan ruang untuk berlatih, serta berkompetisi.

Oleh karena itu, Menpora mengemukakan meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir untuk memberikan keistimewaan dan pengecualian atau dispensasi kepada atlet yang berstatus pelajar.

"Terutama, di sekolah. Saya berharap bisa memberikan pengurangan jam belajar dan izin yang lebih lama ketika dia harus berlatih atau bertanding. Harus ada kebijakan pemerintah terkait hal ini," ujar Imam.

Adapun saat ini, para atlet pelajar Indonesia yang berusia maksimal 18 tahun atau kelahiran 1999 akan bertanding di ajang ASEAN School Games 2017 di Singapura, 13 hingga 21 Juli 2017.

Indonesia sendiri mengirimkan total 184 atlet ke turnamen yang diikuti 10 negara ASEAN tersebut, dengan target 30 emas dan menduduki posisi kedua umum. Kontingen Indonesia untuk kejuaraan itu dipimpin oleh Pura Darmawan yang juga Kepala Bidang Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora sebagai ketua kontingen (CdM).

Laman resmi Kementerian Pendidikan Singapura menyebut ASEAN School Games ke-9 itu diikuti 10 negara ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Myanmar, Thailand dan Vietnam.

Pada edisi kedelapan kejuaraan multicabang tersebut di Thailand tahun 2016, Indonesia berhasil meraih 29 emas, 32 perak dan 38 perunggu. Prestasi terbaik Indonesia ditorehkan pada ASEAN School Games 2015 di Brunei Darussalam dengan menjadi juara umum. (ANT)

EDITOR : AHMAD DAILANGI

Berita Terkait

Baca Juga