Senin, 10 Desember 2018 | 22:43:24 WIB

Pemerintah Buka Peluang Kerja Sama Pengusaha Indonesia-Afsel

Jum'at, 21 Juli 2017 | 11:20 WIB
Pemerintah Buka Peluang Kerja Sama Pengusaha Indonesia-Afsel

Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa, Arlinda, memimpin kegiatan Misi Pembelian oleh Delegasi Arab Saudi, di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jakarta. (FOTO: HUMAS KEMENDAG/LINDO)

JOHANNESBURG, LINDO - Pemerintah membuka peluang kerja sama antara pengusaha asal Indonesia dan Afrika Selatan dengan memfasilitasi pertemuan bisnis yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia khususnya ke pasar nontradisional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan bahwa pemerintah memfasilitasi 18 pengusaha dalam negeri dari berbagai sektor unggulan untuk bertemu dan memperkenalkan produk-produknya dengan pengusaha Afrika Selatan.

"Para pelaku usaha datang dari Indonesia untuk mendapatkan informasi dan mendalami peluang bisnis, serta mendapatkan kesepakatan bisnis dengan rekanan di Afrika Selatan," kata Arlinda, saat memberikan sambutan pada Indonesia-South Africa Business Forum, di Johannesburg, Kamis (20/7) waktu setempat.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengusaha asal Indonesia dari berbagai sektor diperkenalkan kepada kurang lebih 150 pengusaha Afrika Selatan. Beberapa di antaranya berasal dari sektor produk pertanian perkebunan, kopi, produsen ban hingga produk dan bumbu makanan.

Produk ekspor Indonesia ke Afrika Selatan antara lain kelapa sawit, karet, otomotif produk, bahan kimia, sepatu, dan kakao. Sementara produk impor Indonesia dari Afrika Selatan adalah bubuk kayu, alumunium, buah-buahan, dan tembaga.

Tercatat, total perdagangan kedua negara pada 2016 mencapai lebih dari satu miliar dolar Amerika Serikat. Dari total nilai perdagangan tersebut, nilai ekspor mencapai 727,8 juta dolar AS dan impor senilai290,8 juta dolar AS, sehingga Indonesia mengantongi surplus sebesar 437 juta dolar AS.

"Pasar Afrika Selatan merupakan salah satu target dan tujuan utama ekspor Indonesia yang diharapkan meningkat kedepannya," kata Arlinda.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan Suprapto Martosetomo mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah dengan membawa pelaku usaha dalam negeri tersebut dinilai mampu membuka potensi peningkatan perdagangan kedua negara.

"Untuk membuka pasar, perlu ada kunjungan dari pengusaha-pengusaha Indonesia supaya bertemu pengusaha Afrika Selatan. Afrika Selatan negara besar dan memiliki pengaruh besar di kawasan Afrika, termasuk dalam berbisnis," kata Suprapto.

Afrika Selatan merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-32 dan menjadi yang pertama untuk kawasan Afrika. Dengan populasi penduduk mencapai lebih dari 60 juta, pasar Afrika dinilai begitu menjanjikan. Selain itu, Afrika Selatan juga dinilai sebagai pintu gerbang untuk mengakses pasar Afrika.

Pemerintah pada 2017 menargetkan peningkatan ekspor nonmigas sebesar 5,6 persen meskipun kondisi perekonomian global dinilai masih cenderung melambat. Target tersebut lebih rendah dari yang tertuang dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM) pada 2017 tercatat sebesar 11,9 persen.

Salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor nonmigas tersebut dengan berupaya menembus pasar-pasar baru seperti India, Rusia, negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Sementara untuk pasar tradisional akan tetap dipertahankan.

Secara kumulatif berdasar data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Juni 2017 mencapai 79,96 miliar atau meningkat 14,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai 72,36 miliar atau meningkat 13,73 persen. (ANT)

Berita Terkait