Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:33:00 WIB

Jambi Perpanjang Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan

Senin, 24 Juli 2017 | 15:50 WIB
Jambi Perpanjang Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan

Personel TNI AD dari Kodim 0415-Batanghari mencoba memadamkan kebakaran lahan gambut milik warga di Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (10/9). (FOTO: ANT/LINDO)

JAMBI, LINDO - Pemerintah Provinsi Jambi memperpanjang status Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan hingga tiga bulan mendatang.

"Sebelumnya kita sudah menetapkan status Siaga Darurat karhutla untuk satu bulan dan berakhir Sabtu (22/7) kemarin. Dan hari ini sudah diperpanjang dan ditandatangani gubernur hingga tiga bulan ke depan," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Hamdan, Senin (24/7).

Perpanjangan status itu dilakukan mengingat wilayah Jambi sudah memasuki musim kemarau dan kebakaran lahan sudah sering terjadi. Namun Hamdan tidak menyebut data pasti kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama penerapan status Siaga Darurat.

"Memang sudah ada lahan di beberapa kabupaten yang terbakar, tapi titik api berhasil diantisipasi dan dipadamkan personil Satuan Tugas (Satgas) di lapangan. Mereka respons cepat," katanya.

Hamdan mengatakan status Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan sewaktu-waktu bisa dinaikkan menjadi Tanggap Darurat bila kondisi kebakaran lahan dan hutan kerap terjadi.

Ia mengimbau semua instansi di tingkat provinsi hingga desa berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Ia juga mengajak warga ikut memantau titik api dan segera melapor juga mengetahuinya.

Hamdan menjelaskan pula bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyiagakan tiga helikopter untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Satu helikopter digunakan untuk patroli dan yang lain untuk memadamkan api.

Saat ini satu helikopter untuk bom air sudah ada di Jambi dan sudah mulai digunakan untuk memantau titik api.

"Dijadwalkan sore ini akan datang lagi satu unit helikopter water bombing dari Tanjung Pinang Kepulaauan Riau, selanjutnya juga ada helikopter patroli. Jadi nanti ada tiga unit helikopter untuk penanganan karhutla," kata Hamdan. (ANT)

Berita Terkait