Sabtu, 21 Oktober 2017 | 15:38:38 WIB

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Kompetensi Untuk Masuk Pasar Kerja

Kamis, 27 Juli 2017 | 22:36 WIB
Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Kompetensi Untuk Masuk Pasar Kerja

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Lulusan pendidikan tinggi belum menjadi jaminan bisa memasuki pasar kerja dan dunia industri.  Hal ini antara lain diakibatkan karena adanya gap kompetensi maupun ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasar kerja.

Kondisi ini menyebabkan adanya peningkatan pengangguran lulusan pendidikan tinggi setiap tahun.  Karena lulusan perguruan tinggi belum didukung dengan kemampuan/kompetensi untuk masuk ke pasar kerja.

"Langkah kongkrit yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan adalah menyesuaikan program pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas)Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Bambang Satrio Lelono, mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, pada acara The 2nd International Conference of Vocational Higher Education (ICVHE), di Bali, Kamis (27/7).

Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, pendidikan tinggi di Indonesia setiap tahun rata-rata menghasilkan keluaran/ lulusan sebanyak + 750.000 orang, dari berbagai tingkatan pendidikan tinggi yang siap masuk ke pasar kerja.

"Untuk itu lembaga pendidikan, khususnya pendidikan tinggi harus melakukan perubahan dari hanya sekedar mencetak lulusan ke arah penguatan substansi yang relevan sebagaimana tri dhama perguruan tinggi," terang Satrio.

Konsekuensinya lanjut Satrio, adalah kurikulum dan  proses belajar mengajar dirancang dan didesain sesuai dengan kondisi riil sosial kemasyarakatan saat ini.
 
Konsekuensi dari penggunaan teknologi dalam bekerja, pola kerja atau cara melakukan suatu pekerja di seluruh dunia kata Satrio, cenderung sama untuk satu jabatan.

Ia memberi contoh, seorang manajer hotel bintang lima di Indonesia, mempunyai tugas dan pekerjaan yang relatif sama dengan seorang manajer hotel bintang lima di Malaysia, Singapore, negara-negara Eropa, dan negara lainnya.

Pada kesempatan itu, Satrio menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Universitas Indonesia (UI) yang selalu ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM nasional dengan jaringan kerja yang semakin berkembang.

"Semoga acara ini dapat terselenggara dengan lancar, serta menghasilkan kontribusi positif bagi pengembangan SDM Indonesia," harapnya.

Konferensi internasional ICVHE tersebut  diselenggarakan oleh UI mengangkat tema "Pentingnya Pendidikan Vokasi untuk memenuhi tuntutan pasar kerja kontemporer".

Konferensi dibuka oleh Rektor UI, Muammad Anis, yang didampingi oleh Direktur Program vokasi UI, Pranowo Hadiwardoyo. Dalam acara tersebut juga turut hadir Presiden Direktur PT Agung Podomoro, Cosmas Batubara serta Tony Chalkley, dari Deakin University Australia.

EDITOR : ARMAN R

Berita Terkait

Baca Juga