Rabu, 14 November 2018 | 03:43:51 WIB

Kementan Pastikan Tak ada Impor Beras Pada Bulan Agustus

Jum'at, 4 Agustus 2017 | 00:10 WIB
Kementan Pastikan Tak ada Impor Beras Pada Bulan Agustus

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat meninjau panen raya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (FOTO: ANT/LINDO)

KENDARI, LINDO - Kementrian Pertanian memastikan hingga Agustus tahun ini pemerintah tidak akan melakukan impor beras, jagung, bawang maupun cabai.

Hal itu dinyatakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai memimpin Rapat Koordinasi Kementerian Pertanian dengan pemerintah kabupaten/Kota se Sulawesi tenggara (Sultra) di aula rapat kantor Gubernur Sultra, Kamis (3/8) yang dipimpin Plt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata.

Mentan mengungkapkan, setelah menunjukkan kinerja positif pada sektor beras, jagung, bawang dan cabai maka dipastikan hingga Agustus ini pemerintah tidak akan melakukan impor ke empat komoditi tersebut yang biasanya pada bulan Agustus pemerintah melakukan impor 2 sampai 2,5 juta ton.

"Setelah kita berhasil menunjukan kinerja positif sektor padi, jagung, bawang dan cabai ini sudah positif dan ini sejarah baru kita tidak ada impor sampai ini bulan Agustus," katanya.

Menurut dia, keberhasilan tidak melakukan impor menunjukkan capaian yang luar biasa dan merupakan hasil kerja keras seluruh stackholder dalam mendukung sektor pertanian di Indonesia.

"Ini capaian kita bersama dan kerja keras seluruh stakeholder dalam membangun pertanian di Indonesia," ujarnya.

Selain tidak melakukan impor pada empat komoditas pertanian tersebut, Amran menyatakan, Kementerian Pertanian akan kembali membangkitkan kejayaan rempah-rempah Indonesia dengan mengalokasikan anggaran Rp5,5 triliun untuk seluruh Indonesia.

Kunjungan Mentan RI di Sulawesi Tenggara selama tiga hari (1-3 Agustus) sebelumnya melakukan kunjungan di wilayah Kabupaten Koname Selatan, Bombana dan Kabupaten Konawe Kepulauan dengan memberi bantuan peralatan pertanian dan perkebunan di wilayah itu.

Di Kabupaten Konawe Selatan misalnya, Mentan RI menjanjikan pemerintah dan masyarakat setempat akan membangun pabrik gula pasir terbesar di kawasan Timur Indonesia dengan anggaran yang disediakan pemerintah senilai Rp2 triliuan lebih. (ANT)

Berita Terkait