Selasa, 21 Agustus 2018 | 09:21:39 WIB

Pemerintah Kalteng Cari Investor Pabrik Pakan

Sabtu, 5 Agustus 2017 | 16:07 WIB
Pemerintah Kalteng Cari Investor Pabrik Pakan

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menjawab pertanyaan wartawan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (FOTO: IST/LINDO)

PALANGKA RAYA, LINDO - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah, Sutrisno menyebut pihaknya sekarang ini sedang berupaya keras mencari investor yang mau mendirikan pabrik pakan di provinsi ini sebagai upaya membantu peternak mengembangkan usahanya.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah memerintahkan DTPHP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan untuk melakukan berbagai persiapan termasuk ketersediaan bahan baku bagi pabrik pakan yang akan didirikan, kata Sutrisno di Palangka Raya, Sabtu (5/8).

"Sembari mempersiapkan perintah Gubernur dan menunggu ada investor, kami juga sedang berupaya merintis penyediaan pakan untuk skala usaha rumahan. Ini kami lakukan agar pakan ternak tidak lagi bergantung dengan provinsi lain," ucapnya.

Dikatakan, sekarang ini pakan ternak maupun ikan yang banyak beredar di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" berasal dari Provinsi lain. Hal ini membuat harganya lebih tinggi dan berdampak pada tingginya pengeluaran peternak di Kalteng.

"Kalau usaha rumahan bahkan pabrik pakan bisa berdiri di Kalteng, kita meyakini para peternak akan terbantu untuk mengurangi biaya pakan. Kesejahteraan peternak juga tentunya akan semakin meningkat," kata Sutrisno.

Kepala DTPHP Kalteng ini mengaku di tahun 2018 Pemprov Kalteng juga akan berusaha mengembangkan beberapa komoditas yang memiliki pengaruh terhadap inflasi. Pengembangan itu tidak hanya untuk ayam ras atau daging sapi, melainkan juga juga komoditas lain seperti cabai dan bawang.

Dia mengatakan walau menggunakan pola berkelanjutan, namun pemerintah melalui APBD 2018 akan mendukung sepenuhnya kebijakan ini. Sebab, hal itu akan berdampak pada semakin terkendalinya harga berbagai komoditas di Kalteng.

"Tidak mungkinkan pemerintah mendukung secara keseluruhan. Jadi, kita hanya memberikan perhatian bagi kelompok tani untuk pengembangan komoditas," demikian Sutrisno. (ANT)

Berita Terkait