Minggu, 24 Juni 2018 | 02:30:49 WIB

Pencari Ikan Tercebur, Tewas Terkena Strum Peralatannya Sendiri

Minggu, 6 Agustus 2017 | 11:43 WIB
Pencari Ikan Tercebur, Tewas Terkena Strum Peralatannya Sendiri

Ilustrasi - Seorang Pria tewas tenggelam saat mencari ikan di kolam bekas tambang galian C, Desa Watesnegoro, Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur. Tubuh korban ditemukan setelah dicari oleh beberapa warga dan Tim SAR. (FOTO: BREKINGNEWS/LINDO)

MUARA TEWEH, LINDO - Seorang pencari ikan bernama Erfan Hidayat (32) warga Jalan Langsat RT 15 Nomor 21 Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tewas akibat tersetrum listrik miliknya sendiri di Sungai Bengaris (anak Sungai Barito).

"Korban ditemukan warga tidak sadarkan diri dan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh saat mencari ikan dengan alat strum ikan listrik miliknya sendiri," kata Kapolres Barito Utara (Barut) AKBP Tato Pamungkas Suyono melalui Kapolsek Teweh Tengah, AKP Guntur Tri Bawono di Muara Teweh, Minggu (6/8).

Korban yang sehari-harinya bekerja sebagai instalator listrik saat meninggal dunia menggunakan baju kaos warna biru itu terjadi pada Sabtu (5/8) sekitar pukul 17.00 WIB di Sungai Bengaris Jalan Ronggolawe Gang Ahmad Muara Teweh

Sore itu korban kelahiran Blitar, Jawa Timur sedang mencari ikan bersama rekannya bernama Sutejo di Sungai Bengaris, tanpa diketahui penyebabnya korban terjatuh dan terkena strum alat pencari ikan listrik miliknya hingga tak sadarkan diri.

"Upaya pertolongan dengan dilarikan ke RSUD namun, nyawanya tidak bisa ditolong hingga dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit," katanya.

Sementara salah seorang warga Muara Teweh, Alam, mengatakan pencarian ikan dengan cara strum baik menggunakan aki maupun listrik di Sungai Bengaris dan sungai lainnya ini memang marak terjadi sehingga sering meresahkan warga setempat.

Pihaknya minta aparat kepolsian sering-sering melakukan razia terhadap aktivitas yang dilarang itu.

"Adanya korban yang tewas akibat terstrum ini semoga menjadi pelajaran warga lainnya yang mencari ikan untuk tidak menggunakan cara yang berbahaya dan merusak lingkungan," ujarnya. (ANT)

Berita Terkait