Minggu, 22 September 2019 | 21:51:25 WIB

Polisi Tancapkan Merah Putih di Puncak Cagar Alam Pararawen

Minggu, 6 Agustus 2017 | 23:54 WIB
Polisi Tancapkan Merah Putih di Puncak Cagar Alam Pararawen

Bendera Merah Putih yang dikibarkan di Puncak Ciremai, Jawa Barat. (FOTO: ANTO/LINDO)

MUARA TEWE, LINDO - Tim Ekspedisi Merah Putih Kepolisian Sektor Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah melakukan penancapan bendara Merah Putih di puncak Cagar Alam (CA) Pararawen di Dusun Pararawen Desa Lemo II Kecamatan Teweh Tengah.

"Kegiatan kita kali ini merupakan rangkaian dari semangat hari Kemerdekaan RI yang ke-72, yang dilaksanakan Polres Barito Utara melalui Polsek-Polsek yang ada di daerah ini," kata Kapolsek Teweh Tengah, AKP Guntur Tri Bawono di Muara Teweh, Minggu (6/8).

Tim Ekspedisi Merah Putih Polsek Teweh Tengah ini dipimpin langsung Kapolsek AKP Guntur Tri Bawono yang diikuti sembilan anggotanya dan tiga orang jurnalis dari perwakilan PWI Barito Utara berhasil menancapkan 13 Bendera Merah Putih, di Cagar Alam Pararawen.

Dalam penancapan bendera Merah Putih tersebut tim ekspedisi juga didampingi empat orang petugas dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Resort Pararawen dan juga melakukan penanaman bibit pohon di atas puncak Gunung Pararawen yang memiliki ketinggian 380 di atas permukaan laut (DPL).

Sebelum melakukan perjalanan Tim Ekspedisi Merah Putih Polsek Teweh Tengah tersebut, di mulai dari halaman Mapolsek, dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua, selanjutnya menuju penyebarangan kapal feri ke Desa Lemo II, diteruskan menuju kaki hutan yang di lindungi di Dusun Pararawen.

Namun, sebelum menuju ke puncak, Tim Ekspedisi mampir di SDN 3 Lemo II, karena mendapat lambaian tangan dari sejumlah murid di sekolah tersebut, dan atas inisiatif Kapolsek Teweh Tengah AKP Guntur Tri Bawono, tim mampir dan berfoto bersama sekaligus menyerahkan bendera dan kemudian Kapolsek yang gemar bersedekah tersebut, memberikan sejumlah uang buat jajan anak-anak di sekolah itu.

"Sepertinya mereka pengen jajan dan kebetulan saya juga bawa uang, ya saya berikan aja, dengan harapan membuat anak-anak senang, dan juga mereka mendoakan kita selamat sampai tujuan," kata lulusan Akpol Angkatan 2006 ini.

Kemudian, Tim Ekspedisi kembali melanjutkan perjalanan menuju bawah kaki hutan Cagar Alam Pararawen, di mana Resort Pararawen berada, selanjutnya setelah mendapat pendampingan empat orang petugas, tim memulai perjalanan menanjak menuju atas puncak Pararawen. Meskipun hanya memiliki ketinggian 380 dpl, Cagar Alam Pararawen cukup membuat Tim Ekspedisi kewalahan jalur terjal dan cukup licin.

Sekitar kurang lebih dua jam, akhirnya Tim Ekspedisi Merah Putih Polsek Teweh Tengah dan jurnalis dari perwakilan PWI, berhasil menancapkan 13 Bendera Merah Putih dan sekaligus menanam sekitar 20 an bibit pohon.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan semangat dari Bapak Kapolres Barut AKBP Tato Pamungkas Suyono untuk melaksanakan seluruh kegiatan, termasuk kegiatan ini," ujar Guntur.

Kawasan CA Pararawen seluas 5.855 hektare terbagi dua yakni Pararawen I seluas 2.015 hektare dan Pararawen II mencapai 3.840 hektare terletak di Dusun Pararawen Desa Lemo II dan Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah.

Kawasan ini merupakan perwakilan hutan hujan tropika pegunungan yang didominasi oleh Dipterocarpaceae dan sebagai habitat fauna penting.

Selain bekantan satwa yang dilindungi lainnya di CA tersebut diantaranya kancil (Tragulus javanicus), beruang madu (Helarctus malayanus), dan owa-owa (Hylobates muelleri). Satwa dilindungi lainnya, kijang (Muntiacus muntjak), bangkui (Presbytis rubicunda), ayam hutan (Galus galus), serta burung rangkong (Buceros sp).

CA Pararawen I dan II dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai sumber air bersih dan telah pula dimanfaatkan untuk kepentingan wisata alam karena panorama alamnya yang indah. Nama flora terdapat di wilayah ini antara lain meranti (Shorea sp), geronggang (Cratoxylon arborescens), tembesu (Fagreacsororea sp), palawan (Tristania obovata), laban (Vitex pubescens), ulin (Eusideroxylon zwageri), serta madang batu (Litsea sp). (ANT)

Berita Terkait