Senin, 11 Desember 2017 | 23:54:54 WIB

Potensi Energi Arus Laut Indonesia 41 Giga Watt

Senin, 7 Agustus 2017 | 00:09 WIB
Potensi Energi Arus Laut Indonesia 41 Giga Watt

Alat sistem yang digunakan untuk menghasilkan listrik dari energi gelombang. Komponen ini bisa membuat gelombang pembangkit energi dapat menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi energi. (FOTO: BILGIMANYA/LINDO)

PERAIRAN SELAT SUNDA, LINDO - Potensi energi berbasis konversi perbedaan temperatur arus laut (OTEC) di Indonesia diketahui sebesar 41 GigaWatt. Energi ini tidak pernah habis.

"Selain melakukan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan WK Migas, dilakukan juga pengambilan data temperatur air laut sebagai identifikasi data potensi OTEC," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) Kementerian ESDM, Ediar Usman, di perairan Selat Sunda, Minggu (6/8).

Ketika mengarungi perairan Selat Sunda dengan KM Geomarin III, dia mengatakan, potensi OTEC di Indonesia yang terbesar di dunia, tersebar di pantai barat Sumatera, Selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara. Bali dan Lembata NTT. PPPGL telah mengkaji dan meneliti potensi OTEC pada 17 lokasi sebesar 41 GW.

OTEC merupakan bagian dari energi baru terbarukan dan bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang mudah ditemukan pada perairan laut tropis.

Potensi energi panas laut di perairan Indonesia diprediksi menghasilkan daya sekitar 240.000 MegaWatt. Indonesia bagian timur memiliki nilai T (perbedaan suhu) lebih besar dari Indonesia bagian barat.

Pemanfaatan OTEC berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitarnya. Energi ini bernilai ekonomi lebih tinggi dibanding sumber energi lainnya. Energi ini menghasilkan listrik dan air murni akibat penguapan air laut.

Penggunaan OTEC di bidang perikanan memberikan nutrisi pada biota laut di permukaan laut. Contoh pembangkit OTEC dalam skala kecil ada di Kumijima, Jepang dan Hawai. Sementara China, Korea Selatan, dan India, saat ini sedang membangun pembangkit OTEC dengan kapasitas 10 MegaWatt.

PPPGL telah merancang langkah strategis dalam riset OTEC, terutama menentukan lokasi prospek seluruh Indonesia sebagai dasar investasi OTEC. Langkah tersebut meliputi, pertama survei potensi regional dan rinci, teknis dan ekonomis.

Selanjutnya, survei potensi di Bali Utara dan Lembata menggunakan Geomarin III (2017), dilanjutkan pre studi kelayakan dan studi kelayakan (2018). 

 
Ketiga, kajian aspek teknis dan ilmiah lainnya termasuk sosial, budaya dan ekonomi, keempat pemilihan lokasi proyek percontohan di Indonesia serta. Dan kelima dukungan pemerintah pada pengembangan OTEC.

Minggu ini (6/8), Kementerian ESDM melakukan uji coba kapal survei seismik Geomarin III di Perairan Selat Sunda untuk mencari potensi sumber daya alam (minyak dan gas bumi) serta mineral di bawah laut.

Ia menjelaskan, kapal Geomarin III merupakan kapal dengan teknologi canggih yang mampu mendeteksi adanya potensi cadangan energi baik berupa minyak atau gas di dasar laut.  (ANT)

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

  1. Andrebef

    cuantos mg hay viagra buy viagra online buy viagra cialis levitra buy viagra generic viagra delivered overnight

  2. JeffreyFrers

    how good is 50 mg viagra viagra prices generic viagra sildenafil buy viagra online viagra online canadian pharmacy paypal

  3. Armandobremy

    viagra generic vs brand name viagra prices sildenafil generic vs viagra viagra pills buy viagra boots uk

  4. Robertnut

    cialis buy europe buy cialis cheap cialis professional cheap cialis cialis buy online cheap

  5. Marvindem

    buy viagra cialis online cialis online is it legal to order cialis online cheap cialis cheap cialis usa

Baca Juga