Rabu, 26 Juni 2019 | 01:21:36 WIB

Darmin : Pertumbuhan Ekonomi 5,01 Persen tidak Jelek

Selasa, 8 Agustus 2017 | 14:26 WIB
Darmin : Pertumbuhan Ekonomi 5,01 Persen tidak Jelek

Menko Perekonomian Darmin Nasution saat menjawab pertanyaan wartawan usai menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta. (FOTO: PIKIRAN-RAKYAT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pertumbuhan ekonomi hingga semester I-2017 yang tercatat 5,01 persen, bukan merupakan angka yang jelek dalam kondisi saat ini.

"Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi kita tidak jelek, walaupun tidak sebagus yang diharapkan," kata Darmin di Jakarta, Selasa (8/8).

Darmin mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 persen ini dicapai setelah kinerja konsumsi rumah tangga maupun ekspor dan impor tumbuh sedikit melambat.

Meski demikian, ia menambahkan, sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memperlihatkan kinerja yang positif pada triwulan II-2017 dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian.

Untuk itu, Darmin memastikan pemerintah akan mendorong kinerja investasi pada triwulan berikutnya dengan menerbitkan paket kebijakan ekonomi terkait kemudahan berusaha.

"Kita sedang menyiapkan paket besar yang menyangkut semua KL dan pemda dengan fokus mempercepat pelaksanaan investasi karena selama ini deregulasi di lapangan masih dikeluhkan terlalu lambat," katanya.

Selain itu, konsumsi pemerintah yang tumbuh negatif pada triwulan II-2017 akan dipercepat realisasinya untuk menggerakkan roda perekonomian.

Menurut Darmin, komponen konsumsi pemerintah menjadi salah satu penyebab ekonomi pada triwulan II-2017 tidak bisa tumbuh sesuai target yaitu 5,1 persen.

"Konsumsi pemerintah tidak termasuk belanja membikin jembatan karena bukan belanja modal. Itu malah negatif. Sebenarnya, kalau itu membaik, angka 5,1 persen masih mungkin terjadi," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2017 tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year).

Pertumbuhan ini didukung oleh PMTB yang tumbuh 5,35 persen, konsumsi rumah tangga 4,95 persen, ekspor 3,36 persen, impor 0,55 persen dan konsumsi LNPRT 8,49 persen.

Namun, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi dan tumbuh negatif 1,93 persen karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang turun dibandingkan periode sama tahun 2016.

Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I-2017 tercatat mencapai 5,01 persen.

Sementara itu, pemerintah dalam APBNP 2017 menetapkan asumsi dasar makro untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. (ANT)

Berita Terkait