Minggu, 19 November 2017 | 20:47:40 WIB

Alarm Berunyi, Prajurit Kodim 0503 Jakbar Berhamburan Bawa Senjata

Kamis, 10 Agustus 2017 | 16:34 WIB
Alarm Berunyi, Prajurit Kodim 0503 Jakbar Berhamburan Bawa Senjata

Prajurit TNI AD dari Kodim 0503/Jakarta Barat (Jakbar), tiba-tiba berhamburan keluar dari ruangannya dengan berlarian menenteng senjata, Kamis (10/8). (FOTO : KODIM0503/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kodim 0503/Jakarta Barat (Jakbar), tiba-tiba berhamburan keluar dari ruangannya dengan berlarian menenteng senjata, Kamis (10/8) pagi.

Ada yang berlari dari dalam kantor menuju ke gerbang Markas, menjaga sekeliling gedung dan juga di balik pagar Markas Kodim (Makodim) 0503/JB, baik bagian barat, timur, utara dan selatan.

Sedangkan bagian gudang senjata menyiapkan dan mengambil senjata yang berada di gudang senjata, dan selanjutnya para prajurit mengambil posisi masing-masing.

Sebagian staf tetap berada di gedung untuk mengamankan dokumen. Semua berjajar dan bersiaga menjaga Makodim setelah mendengar terompet Alarm Stelling yang dibunyikan.

Para prajurit dengan sigap berkumpul melakukan penjagaan Makodim karena telah dilakukan Panggilan Stelling, Namun dalam Stelling kali ini diadakan bukan karena ada suatu keadaan darurat yang benar-benar terjadi, melainkan Dandim 0503/JB Letkol Inf Wahyu Yudhayana, ingin mengetahui sejauh mana tingkat ketanggapan, dan kewaspadaan personel Kodim 0503/JB.

Kegiatan alarm setelling ini dilakukan secara mendadak, dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, karena memang panggilan ini untuk melatih kesiapan anggota dalam pengamanan Mako terutama pada saat terjadi situasi Kontijensi.

"Jika tingkat kerawanan keamanan terhadap markas pangkalan dan juga masyarakat meningkat, maka kepekaan dan ketanggapan anggota dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi disekitarnya sangat dibutuhkan," kata Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Kodim 0503/JB Lettu Inf Sudarsono.

Komandan Kodim (Dandim) 0503/JB Letkol Inf Wahyu Yudhayana mengatakan, alarm stelling dilakukan ketika ada keadaan darurat dan membutuhkan kehadiran anggota TNI dalam jumlah banyak dengan segera.

"Maka dari itu, alarm stelling harus dilatihkan kepada anggota agar selalu siap dan tanggap dalam kondisi apapun dan waktu kapan pun. Jika terjadi kondisi darurat misalnya penyerbuan terhadap Makodim akan dilakukan Alarm Stelling dan anggota langsung menempati plotingnya masing-masing untuk mengamankan Makodim," jelas Letkol Inf Wahyu Yudhayana.

Tidak tertutup kemungkinan tambahnya, latihan semacam ini akan terus dilakukan baik siang atau malam, di jam-jam yang tidak ditentukan untuk melatih kesiapsiagaan anggota.

Pelatihan Alarm Stelling pagi ini kata Dandim 0503/JB, melibatkan jaga planton, piket kodim dan staf personel dari seluruh seksi yang ada di Makodim.

 

EDITOR : ARMAN R

Berita Terkait

Baca Juga