Rabu, 26 Juni 2019 | 01:43:35 WIB

Pengelolaan Hutan Desa Bengkulu Terbaik Nasional

Kamis, 10 Agustus 2017 | 18:07 WIB
Pengelolaan Hutan Desa Bengkulu Terbaik Nasional

Pemerintah Indonesia telah memprogramkan pemberdayaan masyarakat dan lembaga desa untuk mengelola hutan lindung (HL) dengan skema hutan desa (HD) dan hutan kemasyarakatan (HKm). Selain menjadi resolusi konflik kehutanan, program pemberdayaan ini ditujukan untuk menyejahterakan desa dan masyarakat, serta memperbaiki dan melindungi hutan lindung. (FOTO: DEDEK HENDRY/LINDO)

BENGKULU, LINDO - Hutan desa yang dikelola Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Desa Taba Padang, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu tampil sebagai juara tingkat nasional lomba Wana Lestari 2017 kategori kelompok masyarakat pengelola hutan desa.

"Lembaga pengelolaan hutan desa bernama LPHD Depati Junjung tampil sebagai juara atau teladan nasional, ini sangat membanggakan kita semua," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi di Bengkulu, Kamis (10/6).

Ia mengatakan melalui seleksi hingga akhirnya mengungguli pesaing dari provinsi lain, pengurus lembaga pengelola hutan desa itu akan diundang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan dari Menteri LHK pada 16 Agustus 2017.

Perwakilan lembaga ini juga akan mengikuti tersebut memenangkan lomba setelah menghadiri sidang paripurna DPR di gedung DPR RI, mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus dan ikut ramah tamah dengan Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2017.

Hutan Desa Taba Padang dibentuk atas keprihatinan warga terhadap kerusakan hutan lindung di sekitar desa mereka akibat perluasan kebun kopi dan tanaman hutan lain.

Melalui Peraturan Desa nomor 2 tahun 2011 perangkat desa membentuk LPHD Depati Junjung dengan program utama membendung laju pembukaan hutan dan mengelola kawasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hutan desa seluas 995 hektare lalu diusulkan ke Kementerian LHK dan ditetapkan sebagai areal kerja hutan desa pada kawasan Hutan Lindung Bukit Daun register 5 melalui SK nomor 677 tahun 2010.

Ketua LPHD Depati Junjung, Sarmadi mengatakan kegiatan utama mereka antara lain pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu meliputi budidaya lebah madu, aren, kemiri, bambu, rotan, durian, kopi dan lainnya.

Program unggulan kedua yaitu pengembangan wisata alam yang mengandalkan potensi kawasan seperti air terjun, panorama alam, hingga sumber air panas.

"Kami juga melakukan patroli rutin di kawasan hutan desa dan melakukan kegiatan pembibitan tanaman hutan untuk dibagikan kepada masyarakat," katanya.

Sarmadi mengharapkan penghargaan dari pemerintah dapat memicu semangat seluruh pengurus lembaga serta masyarakat desa untuk melestarikan hutan untuk memelihara keragaman sumber daya alam hayati dan nonhayati, menjaga fungsi lindung, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti penting menjaga hutan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. (ANT)

Berita Terkait