Selasa, 17 Oktober 2017 | 08:54:16 WIB

Kepada Mahasiswa, Menaker Beberkan Rahasia Sukses Tembus Dunia Kerja

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 17:01 WIB
Kepada Mahasiswa, Menaker Beberkan Rahasia Sukses Tembus Dunia Kerja

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri membeberkan rahasia sukses kepada para mahasiswa Indonesia agar berhasil menembus dunia kerja yang penuh persaingan.

"Masa-masa  kuliah harus sebaik mungkin dengan membekali diri.  Pendidikan yang baik menjadi pondasi dan jalan tercepat meraih karier apapun di masa depan," kata Menaker M. Hanif Dhakiri di kampus IAIN Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (11/8).

Di hadapan ribuan mahasiswa yang sedang mengikuti Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) IAIN Salatiga tersebut, Menaker memaparkan, ada 3 hal yang mempengaruhi seseorang agar sukses di masa depan.

"Pertama yang harus diperkuat adalah karakter seseorang yang terbentuk selama belajar di lembaga pendidikan dan keluarga,” terang Hanif.

Hal kedua yang tak kalah penting lanjutnya, adalah ilmu pengetahuan yang menjadi sumber dari kompetensi seseorang di masa mendatang.

Ketiga kata Hanif, memperluas jaringan yang dibangun selama mengikuti proses di kampus. Ketiga hal tersebut sangat penting untuk terus diasah dan didalami selama berproses di kampus.

Pada kesempatan itu, Menaker memberikan memotivasi kepada para mahasiswa baru dengan menceritakan riwayat kehidupan dan keluarganya.

"Saya terlahir dari keluarga yang terbatas, namun orang tua saya percaya akan dunia pendidikan,” ujar Hanif.

Sebagai orang yang lahir dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, dirinya dan keluarganya sangat yakin, melalui ilmu pengetahuanlah arah hidup dapat dikembangkan karena ilmu adalah jendela dunia.

“Intinya adalah bahwa dunia pendidikan adalah pintu, jalan kita yang membuka jendela dunia lebih luas,” jelas menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan seperti IAIN memiliki keunggulan tersendiri.

"Kualitas manusia tidak terbatas pada kemampuan intelektualitasnya saja.  Tapi dibutuhkan juga keimanan dan ketakwaan, nilai kemanusiaan, kualitas mental, moral, akhlak, serta kejujuran," jelas Hanif.

Hanif pun menganalogikan bahwa kompetensi dan jati diri merupakan dua sisi  yang harus dimiliki para mahasiswa sebagai calon  tenaga kerja.

"Kompetensi tenaga kerja menjadi syarat mutlak untuk dapat bersaing di semua level tingkatan, baik nasional maupun internasional. Sedangkan jati diri mencerminkan karakter yang dimiliki oleh setiap tenaga kerja," kata Hanif.

Ia juga mengingatkan kepada civitas akademika, agar lembaga pendidikan di Indonesia harus mampu mengimbangi dinamika dunia usaha dan industri dengan melahirkan lulusan yang kompeten dan berkarakter.

EDITOR : ARMAN R

Berita Terkait

Baca Juga