Sabtu, 18 Agustus 2018 | 05:49:51 WIB

Dituduh Menghina, Wali Kota Kendari Memenuhi Panggilan Polisi

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 12:44 WIB
Dituduh Menghina, Wali Kota Kendari Memenuhi Panggilan Polisi

Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) dan istrinya Siska Karina Imran mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/8). (FOTO: POJOKSATU/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Wali Kota terpilih Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan model hot Destiara Talita, Jumat (18/8).

Politikus Partai Amanat Nasional itu datang ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB. Uniknya, ADP datang tak sendirian. Ia tampak bersama istrinya, Siska Karina Imran.

Kepada awak media ADP dengan tegas membantah segala tuduhan Destiara kepada dirinya, terlebih soal hubungan suami-istri yang disebut-sebut sering dilakukan keduanya.

“Engak benar itu. Saya punya istri cantik, soleha, pekerjaannya dokter,” ucapnya.

Malah, ia juga membantah disebut memiliki hubungan spesial dengan model majalah dewasa itu. “Pacarnya itu yang di sebelah kiri saya, yang pas foto bertiga,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, ADP menyampaikan bahwa dirinya tak mengenal betul Destiara yang telah melaporkannya ke polisi. Ia juga membantah pernyataan Destiara yang telah saling kenang sejak 2016 lalu.

“Saya kurang begitu kenal dengan dia. Kenalnya juga baru pada 2017, kok,” ungkapnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/8).

ADP menambahkan, pertemuannya dengan Destira juga terjadi tak terlalu sering seperti yang diungkap sang model majalah dewasa itu.

“Ketemu kalau tidak salah cuma dua kali. Itu juga ketemuannya gak berdua, tapi bertiga,” bebernya.

Seperti diketahui, Wali Kota terpilih Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) tercatat sebagai terlapor di Polda Metro Jaya (PMJ), Selasa (8/8) malam. Pelapornya adalah model hot Destiya Purna Panca alias Destiara Talita.

Destiya menuding ADP telah melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan (pasal 310, 311, dan atau pasal 315 KUHP).

Laporan dari model kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini tercantum dalam LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 8 Agustus 2017. (PJKS/AAD)

Berita Terkait