Rabu, 18 Juli 2018 | 19:46:10 WIB

Utusan Jepang Sambangi Menhub bahas Kereta Cepat

Rabu, 6 September 2017 | 20:35 WIB
Utusan Jepang Sambangi Menhub bahas Kereta Cepat

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi (kedua kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/7). Pertemuan tersebut membahas peningkatan hubungan bilateral dan kerjasama ekonomi antara kedua negara. (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi menyambangi Kantor Kementerian Perhubungan guna membahas berbagai proyek infrastruktur salah satunya kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

Kedatangannya diterima oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Dalam pertemuan ini, kami membahas mengenai proyek Pelabuhan Patimban, peningkatan kereta api cepat Jakarta-Surabaya dan MRT Jalur Timur-Barat," kata Hiroto Izumi di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu (6/9).

Hiroto menjelaskan kedua pihak telah menentukan beberapa prinsip dasar dan telah dibahas bersama Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/9) bersama Delegasi Pemerintah Jepang.

Bertepatan dengan peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomasi Indonesia-Jepang, Hiroto menjanjikan berbagai proyek infrastruktur akan direalisasikan secepat mungkin, seperti pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

"Mengenai Patimban, dulu kami menargetkan soft opening pada bulan Maret 2019 tapi sekarang Februari 2019," kata dia.

Terkait proyek pembangunan jalur kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan akan menggunakan jalur eksisting atau jalur kereta yang sudah ada untuk menekan beban biaya pembangunan.

"Finalnya kita akan sampaikan ke Presiden tapi ide diskusi tadi cukup baik dan Jepang juga merespon secara baik karena preferensi mereka menggunakan eksisting," kata Menhub.

Ia berharap dengan menggunakan jalur eksisting yang sudah ada bisa sekaligus menyelesaikan masalah seperti mengurangi 500 sampai 800 lintasan sebidang di jalur kereta Jawa. (ANT)

Berita Terkait