Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:09:53 WIB

Menaker Ajak Tim Komite Pelatihan Vokasi "Belajar" Vokasi Ke Singapura

Jum'at, 15 September 2017 | 18:48 WIB
Menaker Ajak Tim Komite Pelatihan Vokasi

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Singapore Polytechnic International (SPI) di Singapura, pada Jumat (15/9).

"Kunjungan kerja ke SPI ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan konsep "Grand Desain Pelatihan Vokasi  Nasional" yang telah disusun Kemnaker," terang Hanif di sela- sela kunjungan di Singapura.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Menaker didampingi Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Bambang Satrio Lelono serta Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Hadir pula beberapa orang anggota tim komite pelatihan vokasional, antara lain Bob Azzam, Antonius J. Supit, Sari Sitalaksmi, Kun Wardhana A., Marifion dan Sugeng Bahagijo.

Kedatangan Menaker dan tim Komite Pelatihan vokasi disambut oleh Soh Wai Wah selaku Prinsipal dan CEO SPI beserta jajarannya.

Hanif menjelaskan, kunjungan ke SPI ini  dilakukan untuk mempelajari keberhasilan negara- negara maju dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

"Kita ajak tim komite vokasi yang terdiri dari pelaku industri, anggota Kadin, Apindo, akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk sama- sama mempelajari konsep pendidikan dan pelatihan vokasi di Singapura," ujar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Para anggota komite vokasi ini pun diminta memberi kajian, usulan dan masukan-masukan kepada pemerintah untuk mengembangkan pelatihan vokasi di Indonesia.

"Tadi kita lihat kemajuan pelatihan vokasi di Singapura didukung anggaran yang memadai, metode kurikulum yang sesuai kebutuhan industri, fasilitas peralatan canggih, instruktur dan sertifikasi yang diakui internasional. Ini yang harus kita pelajari dan tiru," kata Hanif.

Selain Singapura, negara lainnya yang patut menjadi contoh pelaksanaan pelatihan vokasi, antara lain Jerman, Australia, Jepang, Austria, Korea Selatan dan negara lainnya.

Ia menambahkan, selama ini Kemnaker telah melakukan kerja sama dengan SPI dalam bidang manajemen Balai Latihan Kerja (BLK), strategi planning, kurikulum, metoda pedagogi, pelatihan instruktur, design thinking, dan akreditasi lembaga pelatihan.

"Kita teruskan kerja sama sambil terus mendorong pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM Indonesia. Ini prioritas yang pemerintah sesuai arahan Presiden Jokowi," jelas mantan anggota DPR RI ini.

Pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau Lembaga.

"Pengembangan dan penyiapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kompeten dan terampil harus dilakukan melalui  pelatihan vokasi yang dilakukan secara massif dan fokus," kata paparnya.

Menurutnya, pelatihan vokasi juga menjadi solusi dari rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran serta mismatch keterampilan dunia kerja.

Pemerintah kata Hanif, terus memperkuat sumber daya manusia. Peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Perbaikan dan penyelarasan pelatihan  vokasi disesuaikan dengan kebutuhan industri serta menjamin adanya relevansi hasil lulusan dengan kebutuhan industri. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah.

Dalam kunjungannya ke SPI, Rombongan Kemnaker dan komite vokasi ini mengunjungi beberapa lokasi pelatihan SPI, yaitu Akademi Maritim Singapura untuk melihat simulasi center, mesin kapal dan workshop vokasi yang menjadi unggulan di Singapura.

Berita Terkait