Minggu, 22 April 2018 | 07:53:39 WIB

Wakapolri Gagas Patroli Siber ASEAN

Selasa, 19 September 2017 | 16:55 WIB
Wakapolri Gagas Patroli Siber ASEAN

Wakil Kapolri Komjen Polisi Syafruddin menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: DETIK/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin menggagas kegiatan patroli siber guna mencegah radikalisme dan kekerasan kelompok ekstrimisme di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

"Kita bangun kerja sama terkait pemantauan terhadap kelompok atau jaringan teroris," kata Komjen Polisi Syafruddin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/9).

Syafruddin mengusulkan pembentukan Satuan Khusus Patroli Siber pada "ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime" (AMMTC) ke-11 di Filipina yang dilaksanakan sejak 18-21 September 2017.

Syafruddin juga menambahkan kerja sama lainnya yakni pertukaran informasi intelijen tentang kelompok teroris dan radikal, serta subnasional pada kawasan perbatasan.

Polisi jenderal bintang tiga itu menuturkan bahwa satuan tugas patroli siber mampu mendeteksi dini aktivitas jaringan teroris yang menyalahgunakan internet.

Pada pertemuan tingkat menteri itu, Syafruddin mempresentasikan cara pendekatan persuasif dan keras terhadap jaringan radikal dan kelompok kekerasan ekstrimisme sesuai amanat "UN global strategy to counter terorism".

Wakapolri mengungkapkan Indonesia melaksanakan pendekatan "plan of action to counter violent extremism" melalui pencegahan, yaitu deradikalisasi dan counter deradikalisasi, penegakan hukum dan penguatan hukum nasional, serta kemitraan dan kerjasama internasional.

Sejumlah pertemuan trilateral telat dilakukan antara Indonesia, Malaysia dan Filipina di Manila pada Juni 2017 kemudian "subregional ministerial meeting" di Manado Sulawesi Utara pada Juli 2017 sebagai upaya Indonesia dalam kerjasama kawasan "to counter violent extremism".

Syafruddin menilai paham radikal kerap terjadi di negara yang lemah dan rusak pada sistem pemerintahan sehingga disarankan negara memperkuat perekenomian. (ANT)

Berita Terkait