Rabu, 18 Juli 2018 | 19:32:28 WIB

BNP2TKI Konsisten Perjuangkan Tata Kelola Penempatan TKI

Selasa, 3 November 2015 | 15:13 WIB
BNP2TKI Konsisten Perjuangkan Tata Kelola Penempatan TKI

JAKARTA, LINDO - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)  menggelar rapat pelaksanaan pembiayaan penempatan Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).  Output yang hendak disasar adalah untuk menghadirkan pembiayaan murah bagi TKI.

Dalam rapat itu, BNP2TKI mengundang lima bank yang telah bersedia sebagai penyalur KUR TKI yaitu Bank BRI, BNI, Mandiri, Sinarmas dan bank BII Maybank. Hadir juga 50 Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).

Program ini dilatarbelakangi visi dan instruksi Presiden agar TKI di dalam negeri terlindungi, tidak terlantar di luar negeri, dan tidak miskin dan sengsara sewaktu kembali ke Indonesia.

Rapat tersebut dibuka oleh Dedi Noor Cahyanto, Tenaga Profesional BNP2TKI berbackground Bank Indonesia, Tim UKP4 era Presiden Susila Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketua Tim Teknis KPK dalam tata kelola penempatan perlindungan TKI, dan dimoderatori Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro.

Dedi menyatakan, BNP2TKI sangat serius dalam menjalankan program ini.  Dalam paparannya Dedi juga memberikan gambaran tentang besarnya potensi dan kontribusi yang diharapkan BNP2TKI dari para stakeholders dalam hal tata kelola penempatan TKI terutama dalam program KUR ini.

“BNP2TKI tidak bisa bekerja sendiri, mari kita benahi bersama-sama dan inilah saat yang pas dan waktu yang tepat,” ujarnya.

Skema KUR yang dibahas ini hanya sebagian kecil dari terobosan Pembenahan Tata Kelola TKI yang dilakukan BNP2TKI.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam kesempatan ini menyatakan, fasilitas KUR ini diperuntukkan bagi TKI, baik formal maupun non formal, bagi keluarga TKI, juga bagi para TKI Purna.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan  (OJK), agar melibatkan perbankan untuk menjadi instruktur dalam hal memberikan materi di Balai Latihan Kerja (BLK)-BLK,” ujar Nusron.

Materi pendidikan pengelolaan keuangan disampaikan langsung oleh instruktur dari perbankan, yang mengajarkan tentang dealing dan sebagainya.

Lamanya materi yang diberikan selama enam jam di BLK, dan selama tiga jam di waktu PAP.   Dalam kesempatan ini, kelima perbankan telah menyatakan kesiapannya untuk menjalankan KUR ini, sehingga diharapkan dapat langsung deliver dan langsung jalan tandas Nusron.  “Yang pertama kali jalan adalah pembiayaan dulu, dan literasi sambil jalan,” jelasnya.

Dari beberapa kegiatan yang telah dilakukan, BNP2TKI telah membuktikan tidak hanya sekedar berwacana, salah satu bukti keseriusan yang dilakukan BNP2TKI selain KUR ini, adalah akan dilepasnya sebanyak tiga belas Calon TKI dengan Zero Cost ke Taiwan yang telah diselenggarakan di pada hari Minggu, 18 Oktober 2015 oleh PT Pademangan Semesta Lestari, Jalan Maulana Hasanuddin No 1, Tangerang (Banten). (ARMAN R )

Berita Terkait