Senin, 18 Juni 2018 | 05:14:48 WIB

Jajaran Korem Babullah Gelar Nobar Perdana Film G30S/PKI

Sabtu, 23 September 2017 | 03:43 WIB
Jajaran Korem Babullah Gelar Nobar Perdana Film G30S/PKI

Korem 152/Babullah menyelenggarakan kegiatan nonton bareng pemutaran film G30S/PKI di Gazebo Nuku Makorem 152/Babullah Jalan AM Kamaruddin, Kelurahan Sangaji, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (22/9). (FOTO: PENREM BABULLAH/LINDO)

TERNATE, LINDO - Jajaran Komando Resort Militer (Korem) 152/Babullah pada Jumat (22/9) malam menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (Nobar) pemutaran film gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) di Gazebo Nuku Makorem 152/Babullah, Kota Ternate, Maluku Utara.

Ws Kapenrem 152/Babullah Lettu Infanteri Heru Darujito menyampaikan kegiatan Nobar ini untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang bahaya PKI dimana film tersebut sudah dihentikan penayangannya sejak tahun 1998.

Selain itu Ws Kapenrem juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap adanya upaya propaganda dari kelompok PKI di berbagai media sosial maupun situs berbagi video Youtube dimana saat ini telah banyak beredar video yang memutar balikkan fakta dan membentuk opini publik bahwa mereka adalah korban dan berhak mendapatkan rehabilitasi nama baik.

Oleh karena itu Heru Darujito meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya atas video propaganda tersebut dan lebih mencari dari sumber laman resmi milik pemerintah maupun TNI.

Sementara, pemutaran film tentang kekejaman kelompok Partai Komunis Indonesia (PKI) pada Tahun 1965 tersebut menceriterakan dimana PKI melakukan penghianatan dan kudeta dengan cara yang bengis dan keji tanpa rasa kemanusiaan, dan melakukan pembantaian siapa saja yang dianggap menghalangi usaha mereka dalam mencapai tujuan termasuk para Kiyai, ulama, pemuka agama, santri.

Puncaknya PKI juga menculik 7 Perwira Tinggi Angkatan Darat yang mereka sebut dengan Dewan Jenderal, 1 Pamen dan 1 Pama, kemudian para korban mereka siksa dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sumur lubang buaya.

Kejadian Tahun 1965 tersebut merupakan kali kedua upaya PKI dalam berkhianat kepada bangsa ini dimana sebelumnya aksi serupa pernah mereka lakukan pada Tahun 1948.

Usai kegiatan Nobar terlihat Kasrem sekali lagi naik ke atas panggung lalu dengan lantang meneriakkan "Pancasila" kemudian secara serentak dijawab "Yes" oleh para penonton, dilanjutkan teriakan "NKRI" dan dijawab dengan penuh semangat "Harga Mati".

Tampaknya hal itu cukup menggambarkan bagaimana film tersebut telah membangkitkan jiwa Kebangsaan dan Nasionalisme para penonton bahwa tidak ada lagi ruang untuk PKI di NKRI.

Kegiatan Nobar ini akan terus dilaksanakan hingga puncaknya akan digelar pada tanggal 30 September 2017 pukul 19.30 WIT di Halaman Makodim Ternate Jalan Pahlawan Revolusi, Kota Ternate dan dibuka untuk umum.

Hadir dalam acara itu, Kasrem 152/Babullah Letkol Infanteri Sigit Purwanto, para Dansat/Kabalak dan seluruh Prajurit jajaran Korem 152/Babullah beserta keluarganya.  (Faisal/Penrem 152)

Berita Terkait