Rabu, 19 September 2018 | 16:30:26 WIB

Modus Baru Prostitusi Anak Kuliah di Tulungagung Makin Rapih

Minggu, 24 September 2017 | 04:59 WIB
Modus Baru Prostitusi Anak Kuliah di Tulungagung Makin Rapih

Ilustrasi - Wanita pekerja seks komersial marak di Tulungagung, Jawa Timur. (FOTO: IST/LINDO)

TULUNGAGUNG, LINDO - Prostitusi di kalangan pelajar atau mahasiswa di Tulungagung ternyata masih ada, namun rupanya makin rapat dan makin rapih modusnya.

Jika beberapa tahun lalu germo atau mami dari para pelaku pelayanan seksual ini diringkus jajaran Polda Jawa Timur, kini para pelayan kenikmatan sesaat ini tidak selalu memakai jasa germo atau Mami.

"Banyak yang ninggal Nomer Hp di salah satu pelayan hotel, jika ada yang butuh pelayanan itu tinggal telpon dan dia (wanita) itu datang. Tidak harus melalui Germo yang menawarkan ke tamu, tapi jika tamu minta tolong baru dipanggilkan," kata PG pelayan di salah satu Hotel di Kota Marmer ini.

PG mengungkapkan tarif untuk sekali kencan (Short Time) bervariasi, antara 250-500 ribu Rupiah. Namun untuk Long Time (menginap) tergantung pada kesepakatan mereka.

"Tarif semua Short Time, tapi jika akhirnya menginap itu sudah kesepakatan mereka," tambah PG.

Biasanya para cewek muda bokingan datang sendiri ke tempat menginap karena pelayan hotel juga tidak mau mengambil resiko menjemput atau mengantar. Mereka mengaku takut jika dituduh sebagai germo atau mucikari.

"Bisa juga wanita itu ninggal nomor hp pada tukang becak di depan hotel, motifnya sama jika ada yang butuh wanita itu siap di panggil," tambahnya.

Di tempat lain, Sam (45) mengaku juga bisa memanggil wanita untuk teman jika dibutuhkan. Bahkan Sam lebih memberikan keleluasaan pada tamu dengan memberikan nomor handphone wanita yang akan di ajak menginap.

"Percuma saja saya panggil dengan hp saya, toh jika sudah pakai sekali mereka juga saling tukar nomor dan bisa janjian sendiri. Saya juga bukan Germo, jadi ada yang butuh saya suruh telpon sendiri," kata Sam (samaran).

Sam menceritakan jika sudah kenal satu wanita panggilan, dipastikan akan mengenal wanita lainnya.

Dirinya menceritakan salah satu pelanggan hotel yang merupakan pedagang di Pasar Ngemplak Tulungagung seminggu bisa hingga empat kali boking kamar.

"Bokingnya siang, jika sudah buka kamar pagi hingga sore bisa bawa cewek 2-3 orang bergantian," ungkapnya.

Bahkan Sam mengaku pernah menanyakan pada salah satu wanita yang dipakai pedagang berinisial KS tersebut, dirinya mau dibooking karena butuh uang untuk beli helm.

"Dia hanya di belikan helm saja, kasihan juga. Wanita itu juga kenal pak KS karena dikenalkan sama temannya yang lain," tambahnya.

Meski mengaku masih sekolah atau kuliah, Sam mengatakan itu tidak semua benar. Banyak para wanita yang mengaku masih sekolah atau kuliah sebenarnya sudah tidak sekolah melainkan sudah kerja di Caffee atau Warung Kopi.

"Tidak semua yang kelihatan masih kelihatan pantas sekolah atau kuliah itu benar-benar masih sekolah, itu juga banyak yang modus saja, ngaku-ngaku agar para tamu penasaran dan sering memakainya," kata Sam serius.

Saat Tulungagung TIMES meminta salah satu nomer wanita pada Sam, langsung diberikan dan kami langsung menghubunginya. Sebut saja wanita itu Nana (samaran).

Saat di telpon Nana tidak mau mengangkat, kemudian tak lama berselang Nana membalas dengan sms. Setelah dialog cukup panjang Nana mengaku sedang istirahat karena alasan menstruasi.  (JATIMTIMES)

Berita Terkait