Senin, 20 November 2017 | 11:04:41 WIB

Kebakaran Hotel Santika Premiere Bintaro Berhasil di Cegah

Senin, 25 September 2017 | 21:48 WIB
Kebakaran Hotel Santika Premiere Bintaro Berhasil di Cegah

Simulasi penanggulangan kebakaran dan evakuasi yang dilaksanakan oleh manajemen Hotel Santika Premiere Bintaro yang bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Tangerang Selatan bersama aparat terkait, pada Senin (25/9). (FOTO: HUMAS HOTEL SANTIKA BINTARO/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Titik api bermula dari kamar 732 tidak berhasil dijinakkan saat tindakan awal pemadaman yang dilakukan oleh tim Kodalsis Hotel Santika Premiere Bintaro, bahkan setelah tim menggunakan alat pemadam hydrant, maka dengan segera pihak hotel menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan dan pihak Kepolisian yang datang dengan cepat setelah menerima laporan.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel, dibantu mobil tangga hidrolik dan beberapa unit mobil, berupaya untuk menangani kebakaran bersama tim hotel dan melakukan evakuasi seluruh karyawan dan tamu hotel.

Tak lama api berhasil dipadamkan dan seluruh tamu serta karyawan hotel berhasil dievakuasi, termasuk tiga orang karyawan dan satu orang dari Damkar yang terjebak di lantai 7. Namun, satu orang menjadi korban dengan cedera patah tulang pada bagian kaki dan satu orang lainnya mendapat luka cedera di kepala dan tangan.

Peristiwa ini merupakan bagian dari simulasi penanggulangan kebakaran dan evakuasi yang dilaksanakan oleh manajemen Hotel Santika Premiere Bintaro yang bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Tangerang Selatan bersama aparat terkait, pada Senin (25/9).

“Untuk terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan, kami berupaya menjaga standard tinggi tingkat keamanan dengan pelatihan Fire Drill. Simulasi dengan skenario kondisi seperti kejadian sesungguhnya ini melibatkan seluruh karyawan hotel agar mereka tanggap dengan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana kebakaran," kata General Manager Hotel Santika Premiere Bintaro Ariestra.

Latihan dilakukan secara berkala sebagai bentuk antisipasi karyawan agar terlatih dan mampu berkordinasi dengan baik. Pihaknya ingin memastikan standard yang tinggi lewat kesigapan karyawan dalam penanganan bencana serta memastikan keselamatan tamu dan karyawan yang menjadi prioritas utama.

“Pengecekan seluruh peralatan penunjang pencegah kebakaran, seperti hydran dan alarm kebakaran juga rutin dilakukan, termasuk pelatihan bagi karyawan terkait tindakan untuk penyelamatan pada saat bencana. Informasi mengenai evakuasi juga terpasang di semua kamar dan tamu meeting selalu mendapatkan Safety Briefing,” tutup Ariestra. (NENENG)

EDITOR : SUPRIYANTO

Berita Terkait

Baca Juga