Rabu, 19 Desember 2018 | 23:07:10 WIB

Bandara SIM di Aceh Layak Jadi Bandara Transit Internasional

Selasa, 26 September 2017 | 02:58 WIB
Bandara SIM di Aceh Layak Jadi Bandara Transit Internasional

Sebuah pesawat komersial jenis Boeing Business mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar, Rabu (16/4). (FOTO: ARAHCOM/LINDO)

BANDA ACEH, LINDO - Diskusi malam yang hangat terjadi disebuah warung kopi di pusat kota Pemerintahan Aceh, Banda Aceh. Diskusi itu dimotori oleh sejumlah tokoh Aceh dengan tema, "Aceh menjadi salah satu pusat transit di Indonesia," Senin (25/9).

Menjawab tanggapan Tgk Adly bahwa Aceh merupakan daerah tujuan, Anggota DPRA yang juga Ketua Komisi V Alfatah menyampaikan pemerintah Aceh sama sekali tidak memikirkan cara meningkatkan daya saing bisnis serta peningkatan ekonomi di Aceh.

"Kalau ingin ekonomi meningkat, pemerintah harus jadikan bandara di Aceh sebagai salah satu bandara transit internasional di Indonesia khusus untuk jamah haji dan jamah umrah," kata Alfatah.

Menurut dia, Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), harus dijadikan sebagai bandara yang memiliki transit internasional di Indonesia. Hal itu dilakukan agar kondisi ekonomi Aceh bisa maju dan berkembang, termasuk menggerakan dan geliat ekonomi di Aceh agar menjadi nilai tambah untuk penguatan ekonomi Indonesia secara luas.

Diskusi malam itu bersepakat, agar Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bisa bertemu langsung Presiden Joko Widodo dan menteri terkait untuk menyampaikan bahwa bandara Sultan Iskandàr Muda di Aceh sangat layak untuk dijadikan sebagai bandara transit internasional.

"Bandara SIM sangat layak djadikan bandara transit internasional, karena letaknya sangat strategis dan lebih dekat ke Timur Tengah dibandingkan dengan bandara lainnya, ini sangat penting," ujarnya.

Alfatah menjelaskan dengan di jadikan Aceh sebagai salah satu daerah transit internasional, maka industri kecil lainnya pun akan tumbuh berkembang seiring kesibukan di bandara itu.

"Satu hal yang perlu dipikir bersama hari ini dan sekarang juga, setiap penerbangan dari berbagai bandara di seluruh pelosok Aceh harus bermuara ke bandara Sultan Iskandar Muda, bukannya ke Medan seperti yang terjadi hari ini. Kalau begini terus maka Aceh akan tanggung kerugian sampai kiamat," tegas Alfatah.

Dia berharap adanya usulan ini pemerintah bisa mempertimbangkan hal itu karena untuk kemajuan ekonomi di Aceh. "Untuk kemajuan Aceh dan putaran ekonomi yang tajam, maka mau tidak mau warga juga harus disibukan dengan perputaran ekonomi yang ada," tutupnya. (TARMIZI AGE)

Berita Terkait