Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:03:13 WIB

Sepuluh Desa di Kecamatan Maba Halmahera Timur Dana Desa di Selewengkan

Selasa, 26 September 2017 | 17:52 WIB
Sepuluh Desa di Kecamatan Maba Halmahera Timur Dana Desa di Selewengkan

ICW temukan 107 kepala daerah terlibat korupsi dana desa 2016-2017. (FOTO: MERDEKA/LINDO)

TERNATE, LINDO - Penyalagunaan dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) sedang marak di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Informasi yang diperoleh LINDO ada sepuluh kepala desa di kabupaten itu melakukan pelanggaran penyalahgunaan dan penyimpangan dana desa dengan modus pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai alias fiktif.

"Mereka sengaja mark up anggaran yang tidak melibatkan masyarakat dalam musyawarah desa, penyelewangan dana desa untuk kepentingan pribadi, dan lemahnya pengawasan serta penggelapan honor aparat desa," kata warga Maba pada LINDO di Ternate, baru-baru ini.

Menurut dia, saat ini data yang ia miliki ada 10 Kepala Desa yang melakukan pelanggaran penyalahgunaan dan penyimpangan dana desa di Kabupaten Halmahera Timur.

"Mereka (Kepala Desa) ini melakukan pelanggaran menyalahgunakan dana desa sangat bervariasi. ada yang membeli mobil pribadi ada juga yang membeli hasil bumi seperti kopra dan lainnya," ujarnya.

Dia menceritakan untuk pembangunan desa di Kabupaten Halmahera Timur yang bersentuhan dengan perusahaan tambang, banyak kepala desa membangun desa itu menggunakan dana CSR atau dana Comdev dari perusahaan itu. Sedangkan anggaran alokasi dana desa dan dana desa dibuat untuk kepentingan bisnis semata.

"Beberapa kepala desa di Kabupaten Halmahera Timur banyak yang salah dalam mengelola dana dasa, meraka hampir sebagian besar menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi dan bisnis," tandasnya.

Sementara itu, Kepala desa Baburino Roni Rajangolo saat dihubungi membantah menyelewengkan anggaran dana desa. Menurutnya, laporan itu hanya mengada-ada dan sengaja menebar fitnah pada masyarakat.

"Itu hanya fitna, dan itu hanya orang-orang yang berlawanan arah dengan kami yang tidak senang dengan kami sehingga dia menebar fitnah kepada masyarakat," papar Kades Roni Rajangolo.

Sementara terkait pembelanjaan mobil bekas dengan total nilai belanja Rp.115juta, menurut Kades Baburino telah disetujui oleh masyarakat melalui musyawarah desa.

"Mobil bekas itu kami belanja pakai dana desa sebesar Rp.115juta dan hal itu disetujui melalui musyawarah desa dan mobil tersebut hanya di prioritaskan buat angkutan anak sekolah. Sementara mobil tersebut hingga kini belum beroprasi, karna kami belum membentuk Bumdes, karena mobil tersebut akan di kelola oleh Bumdes itu," tandas Kades lagi.

Dalam perbincangan itu, Kades Baburino Roni Rajangolo meminta LINDO agar kasusnya jangan di publikasikan. Dia ingin kasusnya ditutupi dan diselesaikan dengan cara baik-baik.

"Saya minta agar kasus tersebut jangan dipublikasi. Saya ingin membicarakan yang baik-baik saja, saya tidak mau informasi terkait penyalagunaan dana desa di desanya di publikasi keluar," pinta Roni Rajangolo.

Utusan atau pendamping Kepala Desa saat dihubungi memaksa LINDO menyebutkan identitas penebar kasus tersebut. Bahkan dalam perbincangan itu, dia juga mendesak dan meminta identitas LINDO.

"Saya minta kepada media anda agar menjelaskan identitas yang lekap dan siapa yang membongkar dan menginformasikan pada anda tentang masalah ini. Jangan anda coba-coba mempublikasikan masalah ini dan membuat desa-desa kami bermasalah," tegasnya.

Berikut nama-nama desa dan nama kepala desa se Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, yang desanya masuk dalam lingkaran tambang, PT Aneka Tambang (Antam) di Haltim.
 
1.   Kepala Desa Wayafli Yehuda Guslaw
2.   Kepala Desa Buli Asal Asur Guslaw
3.   Kepala Desa Buli Karya Muhammad Jamal
4.   Kepala Desa Teluk Buli Ishak Hi Adam
5.   Kepala Desa Sailal Eli Sasusu
6.   Kepala Desa Buli Gerits R Tatengkeng
7.   Kepala Desa Tanjung Gamesan Yosias Efraim
8.   Kepala Desa Baburino Roni Rajangolo
9.   Kepala Desa Pekaulang Senin Kamboja
10. Kepala Desa Geltoli/Timitius Tayawi
 
REPORTER : M. FAISAL

Berita Terkait