Selasa, 12 Desember 2017 | 09:37:49 WIB

Dinkes Bekasi : Faskin Rubela di Kota Bekasi Teratasi dengan Baik

Kamis, 28 September 2017 | 15:49 WIB
Dinkes Bekasi : Faskin Rubela di Kota Bekasi Teratasi dengan Baik

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati (kanan) dan Kepala Seksi Survey Dinas Kesehatan Kota Bekasi Sardi (kiri) memberikan penjelasan pada wartawan soal Vaksin Rubella (Vaksin MR) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/9). (FOTO: AHMAD/LINDO)

BEKASI, LINDO - Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan progam Vaksin Rubella (Vaksin MR) di Kota Bekasi saat ini sudah bisa teratasi dengan baik.

"Kalau fakta mengenai victoria itu tidak masalah lagi. Karena program Vaksin MR sering kami lakukan dipuskesmas dan ditempat lain seperti sekolahan. Alhamdulillah bisa kami atasi Vaksin MR dengan cara pendekatan itu," kata Tanti Rohilawati pada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/9).

Tanti mengungkapkan untuk di Kota Bekasi saat ini tercatat ada 249 sekolah SMP dan MTs dan hal itu menjadi sasaran imunisasi oleh Dinas Keshatan Kota Bekasi. Dan per hari disatu titik pihaknya bisa menghabiskan 1200 Vaskin MR.

"Ada satu sekolah yang menolak yaitu sekolah Uhuwah Islamiyah Pekayon saat melakukan Vaskin MR, namun kami tetap memberitahukan pada mereka bahwa sangat berbahaya jika tidak melakukan Vaskin Rubella. Satu hari saja kami bisa selesaikan satu titik dan bisa mencapai 1200 vaskin," ujar Tanti.

Lebih lanjut dia menegaskan untuk saat ini pihaknya lebih konsen dibeberapa tempat di puskesmas-puskesmas, karena hasilnya lebih konkrit dan lebih akurat.

"Tapi kami belum bisa menyampaikan hasil kongkrit secara detail karena masih tersisa waktu kurang lebih dua minggu. Dan saat ini kami masih menunggu laporan dari puskesmas karena beberapa puskesmas masing-masing belum mengirim data pada kami," tandasnya.

Pada bulan Agustus kemarin pihaknya juga melakukan Vaskin MR dibeberapa puskesmas dan hasilnya mencapai 600.000 peserta. "Untuk sosialisasi sendiri sudah kami lakukan sehingga saat ini baru mencapai 78 persen dari target 95 persen, namun bukan berarti ini sudah final melainkan baru data sementara. Kemungkinan naik, karena ini laporan belum semua kami himpun," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Tanti menyampaikan progarm Vaskin perlu di sampikan pada masyarakat luas karena program ini bersifat gratis. Untuk itu dia meminta agar semua warga Bekasi agar membawa putra-puri mereka ke posyandu atau puskesmas terdekat untuk di vaskin.

"Ini bukan hanya kepentingan Dinas Kesehatan tapi fikbeknya untuk semua masyarakat, dan pemerintah sudah memfasilitasi secara gratis. Saya menghimbau pada kita semua bagi yang punya putra-putri segera di imunisasi di posyandu atau puskesmas terdekat. Harus manfaatkan kesempatan yang baik ini, karena program nasional ini diberikan oleh pemerintah secara gratis," tuturnya.

Kepala Seksi Survey Dinas Kesehatan Kota Bekasi Sardi menambahkan bahwa disaat pelaksnaan vaskin MR ada sebagian sekolah yang menolak program ini, namun dengan upaya persuasif tadi akhirnya sekolah tersebut mau menjalankan Vaskin MR.

"Sebelumnya ada yang tidak bersedia di vaksin di sekolahnya. Namun dengan upaya pendekatan yang baik tadi, maka alhamdulillah vaskin sudah bisa terselesaikan juga. Kami diberikan suport agar lebih maksimal lagi oleh Sekdis," ucapnya.

Sardi menuturkan sejak agustus dibeberapa posyandu juga sudah selesai di vaskin semua. Namun mereka masih menunggu laporan akhir dari masing-masing puskemas yang tersebar di beberapa titik di Kota Bekasi.

"Semua data saat ini kami yang membek up termasuk di puskesmas yang tersebar di beberapa titik di Kota Bekasi. Mudah-mudahan cepat selesai data-data yang di update oleh pihak puskesmas di wilayah," ujarnya.

Menurut Tanti Rohilawati kejadian disekolah Uhuwah Islamiyah di Kecamatan Pekayon Bekasi Barat, pihaknya melakukan pendekatan melalui pihak sekolah dan orang tua murid di sekolah itu termasuk melibatkan dari pihak Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh agama lainnya.

"Mungkin sekolah itu tidak bersedia karena pemahaman agamanya, sehingga kami berupaya pendekatan dengan pihak NU di Bekasi agar program ini bisa terlaksana diseluruh sekolah. Kami hanya melakukan kewajiban dari sisi medisnya saja, dan inikan program pemerintah kami hanya menjalankan. Di Indonesia banyak yang mengikuti program ini termasuk dunia, bahkan dari sala satu organisasi kesehatan dunia WHO juga mendukung program ini," tuturnya.

Reporter : Ahmad Dailangi

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

Baca Juga