Jumat, 20 Oktober 2017 | 03:03:25 WIB

Inbistro Universitas Trilogi Dukung Kesuksesan Startup

Jum'at, 29 September 2017 | 16:27 WIB
Inbistro Universitas Trilogi Dukung Kesuksesan Startup

Jakarta - Inkubator Bisnis Trilogi (Inbistro) menyelenggarakan acara Business Networking dan Capacity Building di hotel Swiss-Bel residences pada 28 hingga 30 September 2017 dengan mengusung tema “Keep Moving Forward”. Selain wajib dihadiri oleh para pemilik usaha rintisan (startup) yang menjadi binaan (tenant) dari Inbistro, acara ini juga oleh para mentor bisnis yang ditugaskan menjadi pendamping para tenant.

Untuk kegiatan hari pertama difokuskan pada sesi jejaring bisnis dan peliputan media, oleh karena itu Inbistro menghadirkan beberapa praktisi bisnis veteran dan lintas bidang, yang dirasa mampu memberikan saran kongkrit terhadap tantangan yang sedang dihadapi oleh para tenant. Para praktisi bisnis yang dihadirkan diantarnya adalah M. Maulana (Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, dan Managing Partner Uno Capital) dan David Yong, pembciara yang bBerpengalaman lebih dari 25 tahun dibidang perbankan untuk pembiayaan mikro, konsumer dan UMKM. 

Untuk hari berikutnya akan berupa sesi materi yang diharapkan mampu membangun kemampuan tenant dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Beberapa materi seputar capacity building yang diajarkan adalah tentang pemasaran online, penyusunan laporan keuangan untuk UKM, perancangan strategi pemasaran dan seputar kunci membangun fondasi bisnis yang kuat.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin dalam sambutan acaranya menuturkan bahwa kampusnya ini sejak berdiri memang telah menetapkan diri sebagai kampus Teknopreneur. Atas semangat ini jugalah, salah satu pilar dari tiga logi atau Trilogi itu adalah Teknopreneur.
“Trilogi itu sendiri bermakna tiga pilar, yakni Teknopreneur, Kolaborasi, dan Kemandirian. Kedepan kita harapkan dengan semakin banyaknya tercipta generasi teknopreneur, maka dapat dipastikan membawa dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa,” sampai wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini.

Sementara itu, Lahandi Baskoro, selaku Direktur Inbistro menyampaikan bahwa tahun 2017 ini Inbistro dipercaya mendapatkan total pendanaan 2,9 milyar rupiah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mendukung pertumbuhan bisnis sembilan usaha binaannya melalui program Inkubasi Bisnis Teknologi dan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Perguruan Tinggi. Acara ini adalah salah satu bentuk implementasi pemanfaatan pendanaan tersebut.

“Dukungan pendanaan tersebut adalah bukti bahwa negara hadir dalam upaya menciptakan generasi wirausahawan baru di negeri ini”, sambungnya. Ia menambahkan bahwa sembilan puluh persen bisnis baru, akan mati di tahun pertama, dan inkubator bisnis berusaha untuk meningkatkan peluang keberhasilan bisnis baru tersebut.

Tema “Keep Moving Forward” yang diangkat pada acara ini merupakan manifestasi semangat “maju terus pantang mundur” yang sudah akrab di keseharian bangsa Indonesia. “Mereka adalah wirausahawan terpilih yang mendapat dukungan dari negara, tidak ada kata lain selain mereka harus maju terus berupaya menghadapi berbagai kendala yang muncul di fase awal bisnis”, tutur Lahandi lagi.

Para wirausahawan yang mengikuti acara ini memiliki beragam produk, yaitu:
• Xpert.id, platform digital penghubung antara pemilik UKM dan expert (ahli) dibidang tertentu. Platform ini berusaha membantu menjawab kebingungan pemilik usaha kecil akan pertanyaan seputar bisnisnya.
• API Kingdom, platform digital yang membantu perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dengan mengelola Application Programming Interface (API) produk secara online secara terpusat dan mudah. Kedepan akan terbuka juga bagi para developer untu memonetisasi API-nya disini.
• Rula Caps, cangkang kapsul dari bahan rumput laut. Teknologi ini adalah yang pertama di dunia dan sudah mendapatkan paten. Cangkang kapsul ini menjawab kebutuhan cangkang kapsul non-hewani dan kepastian kehalalan, karena sebagian besar cangkang kapsul yang beredar saat ini berasal dari gelatin.
• CocoVine, pengawet alami dari air kelapa. Produk ini diposisikan sebagai pengganti formalin yang jelas berbahaya bagi tubuh manusia. Saat ini sudah bekerjasama dengan berbagai pengelola pasar daerah dan Kementrian Pertanian.
• Yourina, yoghurt premium dengan probiotik. Selain memproduksi yoghurt cair aneka rasa, juga melakukan inovasi berupa yoghurt serbuk probiotik dan yoghurt serbuk instan.
• Pure Natural, jamu ready to drink. Jamunya dibuat tanpa bahan aditif makanan seperti perasa, pemanis buatan dan pewarna.
• SaltDec M102, alat pengukur kualitas garam dengan hasil seketika dan dapat dicetak. Mampu mengukur kadar NaCl, derajat keputihan dan kadar air. Alat didesain portable dan menggunakan catu daya yang dapat diisi ulang.
• Green Well, sumur resapan yang berfungsi untuk mengurangi run off dan menabung air tanah. Proses pembuatannya lebih efisien dari cara pembuatan sumur resapan konvensional, hasil sumurnya lebih tahan lama dan harganya bersaing. Baru saja menerima anugrah dari Ristekdikti sebagai produk inovatif berdaya saing.
• Jamu Kulo, jamu pertama yang disajikan dalam bentuk ice blend dan dipadukan dengan bahan alami nikmat lainnya hingga menjadi sebuah sajian yang menyegarkan. Kini tersedia juga dalam bentuk bubuk, dan sudah dijual di beberapa online marketplace.

Inkubator Bisnis Trilogi (Inbistro) adalah institusi inkubator bisnis yang bernaung dibawah Universitas Trilogi, universitas yang mengusung technopreneurship sebagai salah satu pilar pendidikannya.Inbistro mulai aktif membina pertumbuhan bisnis-bisnis pemula sejak 2016 yang lalu. Bentuk dukungan yang diberikan diantaranya: (1) coworking space dan fasilitas kantor; (2) penyempurnaan produk dan model bisnis; (3) akses pendanaan; (4) jaringan kemitraan; (5) aspek komersialisasi dan pemasaran; dan (6) peningkatan skill bisnis maupun teknis.

Beberapa mahasiswa yang tergabung didalamnya sudah berhasil meraih prestasi di beberapa kompetisi teknologi dan kompetisi bisnis, bahkan tidak jarang juga diliput media. Salah satu mahasiswa jebolan Inbistro kini menjadi pimpinan perusahaan sarang burung wallet dengan asset lebih dari 2,5 milyar.
Inbistro sudah tergabung sebagai anggota di Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), dan juga dipercaya menjadi inkubator contoh untuk universitas di wilayah Kopertis 3 (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta wilayah DKI Jakarta). Saat ini Inbistro dikelola dengan 7 orang staf dengan ruang kantor berlokasi di Gedung Rektorat Universitas Trilogi.

EDITOR : Tim Humas Trilogi

Berita Terkait

Baca Juga