Minggu, 22 Oktober 2017 | 07:52:30 WIB

Darmin: Pembangunan Infrastruktur untuk Kejar Ketertinggalan

Selasa, 3 Oktober 2017 | 20:14 WIB
Darmin: Pembangunan Infrastruktur untuk Kejar Ketertinggalan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan penjelaskan pada wartawan di Istana Presiden, Jakarta. (FOTO: DETAK/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pembangunan infrastruktur akan terus didorong untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara lain.

"Kita terus menggenjot pembangunan infrastruktur karena selama ini Indonesia sudah tertinggal jauh dibandingkan dengan negara lain," kata Darmin dalam acara Rakernas Kadin 2017 di Jakarta, Selasa (3/10).

Darmin menjelaskan kebutuhan sarana infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengatasi kesenjangan antarwilayah.

Namun, ketertinggalan Indonesia dalam bidang infrastruktur sangat terasa, yang terlihat dari peringkat daya saing (Global Competitiveness Index) yang dipublikasikan oleh Forum Ekonomi Dunia dan peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business) yang diterbitkan oleh Bank Dunia.

Saat ini peringkat daya saing Indonesia berada pada posisi 37 dari 137 negara dan peringkat kemudahan berusaha Indonesia berada pada posisi 91 dari 183 negara.

Untuk itu, upaya mendorong infrastruktur menjadi sangat penting tidak hanya infrastruktur fisik namun juga infrastruktur nonfisik seperti instalasi penyaluran air dan jaringan telekomunikasi.

"Pemerintah juga mengembangkan kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Pariwisata Strategis Nasional. Ketiganya merupakan infrastruktur untuk industri yang memiliki fungsi untuk mengolah," tambah Darmin.

Dalam publikasi terbaru, Bank Dunia mencatat minimnya investasi selama bertahun-tahun telah menyebabkan terjadinya defisit infrastruktur yang besar, sehingga menghambat pertumbuhan dan membatasi laju pengentasan kemiskinan.

Padahal kebutuhan infrastruktur di kota-kota besar Indonesia makin meningkat seiring dengan penambahan jumlah penduduk di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah berupaya mengatasi persoalan ini dan menargetkan investasi infrastruktur tambahan pada sektor transportasi, air bersih, energi dan sektor utama lainnya, total senilai kurang lebih 400 miliar dolar AS dalam periode 2015-2019.

Meski demikian, Bank Dunia mengingatkan pentingnya kemitraan antara pemerintah dengan swasta untuk menutup kesenjangan dalam bidang infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih optimal.

"Pemanfaatan investasi sektor swasta dapat membantu Indonesia memenuhi kebutuhan infrastruktur yang besar dengan lebih cepat dan efisien," kata Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander. (ANT)

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

Baca Juga