Minggu, 22 Oktober 2017 | 07:48:27 WIB

Menkeu: Perbaikan Peraturan Dorong Daya Saing Investasi

Selasa, 3 Oktober 2017 | 20:26 WIB
Menkeu: Perbaikan Peraturan Dorong Daya Saing Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden, Jakarta. (FOTO: SEKAB/LINDO)

a (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembenahan regulasi yang selama ini dilakukan pemerintah telah memberikan perbaikan daya saing dan mendorong investasi secara keseluruhan.

"Indikator yang makin membaik itu menggambarkan bahwa peraturan-peraturan sudah memberikan ruangan yang lebih simple sehingga confidence dan investasi bisa berjalan," kata Sri Mulyani seusai menghadiri acara peluncuran Laporan Ekonomi Triwulan Bank Dunia terbaru di Jakarta, Selasa.

Sri Mulyani memberikan apresiasi atas naiknya peringkat daya saing Indonesia dari posisi 41 ke 36 dalam Global Competitiveness Index 2017-2018 yang dipublikasikan Forum Ekonomi Global (WEF), karena penilaian itu memperlihatkan bahwa proses deregulasi untuk mendorong investasi mulai memberikan dampak.

Meski demikian, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan terus melakukan kombinasi kebijakan dengan mengawal momentum pertumbuhan ekonomi dan menjaga kepercayaan investor agar sektor investasi dapat terus berkembang sesuai potensinya.

"Kita akan coba terus lakukan policy kombinasi antara menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan marketnya supaya tetap sehat. Di sisi lain, confidence akan dijaga karena ada simplifikasi dan policy-policy yang mendukung investasi itu," katanya.

Publikasi Bank Dunia mencatat pertumbuhan investasi di Indonesia mulai meningkat sejak triwulan IV-2015 yang didukung oleh membaiknya pembangunan infrastruktur pada jalan maupun gedung.

Pertumbuhan investasi pada bidang konstruksi itu mencerminkan membaiknya kinerja pada sektor infrastruktur publik. yang didukung oleh pola efisiensi belanja modal pemerintah, terutama pada paruh pertama 2017.

Selain itu, investasi swasta juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan, yang didukung oleh menurunnya tingkat suku bunga pinjaman, akibat penyesuaian suku bunga acuan hingga 150 basis poin yang dilakukan oleh Bank Indonesia, sejak akhir tahun 2016. (ANT)

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

Baca Juga