Minggu, 22 Oktober 2017 | 07:44:46 WIB

Ribuan Butir Amunisi Tajam Milik Polri Sudah Diamankan di Mabes TNI

Rabu, 11 Oktober 2017 | 13:18 WIB
Ribuan Butir Amunisi Tajam Milik Polri Sudah Diamankan di Mabes TNI

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto memberikan keterangan pada wartawan di Jakarta, Selasa (10/10). (FOTO: PUSPEN TNI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Melanjutkan penjelasan Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto tanggal 6 Oktober 2017 dan sebelumnya juga disampaikan oleh Menkopolhukam Wiranto tentang amunisi milik Polri, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa 5.932 amunisi yang dikemas dalam 71 Koli tadi malam sudah dipindahkan ke Gudang Amunisi Mabes TNI.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto saat menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto membenarkan bahwa amunisi yang dikemas dalam 71 Koli (kotak kayu) tersebut adalah amunisi tajam. 

“Amunisi tersebut benar merupakan amunisi tajam sebagaimana yang tertera dalam Katalog (Arsenal Catalogue Bulgaria) dari pabrikan dengan  kaliber 40 x 46 mm, jarak capainya 400 meter dan radius mematikan 9 meter,” katanya.

Menurut Kapuspen yang dititipkan di Mabes TNI berupa amunisi tajam, sedangkan senjatanya sudah dibawa ke Mabes Polri. TNI hanya bertanggungbjawab atas penyimpanan, soal waktu penitipan sudah dituang dalam peraturan TNI.

“Yang dititipkan di Mabes TNI hanya amunisi tajam, untuk senjata sudah dibawa ke Mabes Polri. Untuk waktu penitipan sudah ada aturan yang berlaku, TNI hanya bertanggungbjawab atas penyimpanan,” tegasnya.

Lebih lanjut Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa keistimewaan amunisi ini dapat meledak sebanyak dua kali. Setelah ledakan pertama, maka amunisi akan terlontar pada ketinggian 0,5 - 2,5 meter dan meledak dengan pecahan-pecahan logam tajam dari badan amunisi yang berjenis granat (fragmentation) tersebut.

“Amunisi inipun dapat meledak sendiri (self distruction) tanpa ada benturan/impack pada 14-19 detik setelah amunisi keluar laras,” ucapnya.

Kapuspen mengakui hingga kini TNI tidak mempunyai amunisi dengan kemampuan seperti itu. Amunisi yang dimiliki TNI AD hanya mematikan pada radius 6 meter dan tidak mempunyai fragmentation.

"Sampai saat ini, kami (TNI) tidak mempunyai amunisi dengan kemampuan seperti itu. Amunisi yang dimiliki TNI AD hanya mampu mematikan pada radius 6 meter dan tidak mempunyai fragmentation,” pungkasnya.  (Badar/Puspen TNI)

EDITOR : SUPRIYANTO

Berita Terkait

Baca Juga