Selasa, 17 Juli 2018 | 20:23:22 WIB

Jelang Penutupan, Parpol Pemilu Masih di Verifikasi Oleh KPUD Kota Bekasi

Minggu, 15 Oktober 2017 | 14:52 WIB
Jelang Penutupan, Parpol Pemilu Masih di Verifikasi Oleh KPUD Kota Bekasi

Partai Gerindra Kota Bekasi sedang mengikuti verifikasi oleh Panitia KPUD di Bekasi, Jabar, Sabtu (15/10). (FOTO: AHMAD/LINDO)

BEKASI, LINDO - Sejumlah peserta partai politik (Parpol) pada Sabtu (15/10) siang mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi untuk meyerahkan sejumlah berkas dokumen peserta pemilu 2019.

Para parpol yang menyerahkan sejumlah dokumen tambahan adalah Partai Gerira, Partai Perindo, Partai Perisai Berkarya. Dalam pendaftaran itu, ada beberapa parpol yang belum memenuhi syarat untuk diverifikasi, salah satunya adalah Partai Gerindra.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung kepada media mengatakan Gerindra masih ada kekurangan dalam pendaftaran di KPUD Kota Bekasi. Kekurangan dokumen yang dimaksud adalah 28 kartu tanda anggota (KTA) partai di Kota Bekasi.

"Kami hanya ada perbaikan sedikit saja dalam penetapan ini yaitu jumlah simbol dengan kartu tanda anggota yang tidak singkron. Ya betul masih ada kekurangan sekitar 28 KTA di tingkat kota Bekasi dengan sportifitasnya akan kami lengkapi semuanya," kata Ibnu.

Dia menegaskan dalam aturan pemilu sehusrnya dilampirkan 1000 KTA, dan baru tersedia sebanyak 972 KTA yang dimiliki Partai Gerindar.

"Saat di kroscek hanya ada 972 KTA, maka kekurangannya sekitar 28 KTA. Kami langsung foto copy kekurangan itu dan sudah di serahkan ke pantia pemilu di KPUD Bekasi," jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Bekasi, Yayah Nahdia menyatakan saat ini baru Partai Perindo yang menyerahkan sistem informasi sistem politik (sipol) peserta Pemilu 2019.

Bila sampai 16 Oktober 2017, partai politik yang lain belum mengajukan sipol, dipastikan mereka tidak bisa ikut dalam ajang Pemilu 2019 mendatang.

"Pendaftaran sudah kami buka sejak tanggal 3 Oktober 2017 lalu. Sejauh ini baru partai Perindo yang menyerahkan sipol mereka," ujar Yayah Nahdia saat ditemui di kantornya.

Yayah mengatakan, KPU di daerah sifatnya hanya turunan dari KPU Pusat.

Dengan demikian, KPU Kota Bekasi hanya menerima salinan daftar nama, salinan E- KTP maupun surat keterangan (suket) dan salinan KTA untuk dimasukkan ke sipol.

"Ketika di DPP belum mendaftar, maka sipol di Kabupaten/Kota belum bisa dibuka. Makanya harus menunggu yang di DPP, setelah itu sipol di daerah sudah bisa dibuka," tandas Yayah lagi.  (AHMAD DAILANGI)

Berita Terkait