Senin, 20 November 2017 | 14:31:26 WIB

Ketua Komisi I DPR Pertanyakan Penolakan AS Terhadap Panglima TNI

Senin, 23 Oktober 2017 | 09:58 WIB
Ketua Komisi I DPR Pertanyakan Penolakan AS Terhadap Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri) mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menghadiri Launching of The Trilateral Air Patrol (TAP) Indonesia, Malaysia dan Philipina (Indomalphi) di Royal Malaysian Air Force (RMAF), Malaysia, Kamis (12/10). FOTO: PUSPEN TNI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mempertanyakan alasan penolakan Amerika Serikat terhadap rencana kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo terkait undangan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph Dunford.

"Harus ada penjelasan dari pihak Amerika Serikat apa alasan penolakan itu. Saya pribadi akan menuntut penjelasan. Kalau sampai tidak ada penjelasan, berarti penghinaan," kata Kharis dihubungi di Jakarta, Senin (23/10).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan menolak seseorang masuk ke wilayahnya memang merupakan otoritas sebuah negara. Sudah sering terjadi, seseorang ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Masalahnya, hal itu menimpa orang nomor satu di kemiliteran Indonesia. Apalagi, rencana kunjungan Panglima TNI itu juga atas undangan pimpinan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

"Memang Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan sudah meminta maaf dan kabarnya Panglima sudah boleh datang. Tapi ini apa-apaan? Acara yang seharusnya dihadiri Panglima sudah lewat," tuturnya.

Sebelumnya, Panglima TNI diundang guna menghadiri acara pertemuan para panglima angkatan bersenjata tentang organisasi teroris atau "Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization" (VEOs) yang akan dilaksanakan pada 23 - 24 Oktober di Washington DC.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa Panglima TNI beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan.

"Kemudian pada Sabtu (21/10), Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, tetapi beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," jelas Wuryanto. (ANT)

EDITOR : AHAMD DAILANGI

Berita Terkait

Baca Juga