Selasa, 24 April 2018 | 15:37:51 WIB

Presiden RI Batal Membuka Event WIFT di Halmahera Selatan

Rabu, 25 Oktober 2017 | 11:15 WIB
Presiden RI Batal Membuka Event WIFT di Halmahera Selatan

Kepala Dinas Perikanan Provinsi Maluku Utara Buyung Rajulun memberikan penjelasan soal batalnya kehadiran Presiden Jokowi di kegiatan WIFT di Halsel, Malut, Rabu (25/10). (FOTO: FAISAL/LINDO)

TERNATE, LINDO - Pelaksanaan Event Widi Internasional Fising Turnament (WIFT), di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Malut,  Rabu  (25/10) batal di buka oleh Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut membuat Gubernur Maluku Utara KH Abudul Gani Kasuba harus berangkat ke Jakarta guna melakukan koordinasi dengan Presiden Jokowi dan hasilnya, acara tersebut dibuka oleh Menko Maritim Ruhut Binsar Panjahitan.

Menurut informasi yang di sampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Provinsi Maluku Utara Buyung Rajulun saat di temui di Dhafan Hotel mengatakan kenapa Pulau Widi di pilih sebagai pusat pelaksanaan event, karena Widi merupakan salah satu pulau terisolasi yang selama ini  tidak di perhatikan oleh pemerintah.

"Kami mengambil keputusan agar event Nasional kali ini di laksanakan di Pulau tersebut agar selalu di perhatikan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat," katanya.

Buyung juga menegaskan kemungkinan besar Presiden Jokowi batal datang untuk membuka kegiatan tersebut. Namun hingga kini belum ada jadwal soal pembatalan oleh pihak Istana Negara.

"Kalau dilihat dari agenda protokoler Presiden, tidak ada jadwal pembatalan oleh pihak Istana Negara," tuturnya.

Disinggung soal sumber anggaran yang digunakan dalam event Widi Internasional Fising Turnament (WIFT), di Kabupaten Halmahera Selatan, Buyung enggan menjawab secara detail, namun ia hanya menegaskan itu bukan porsinya dia untuk mejawab.

"Kalau tanya soal anggaran WIFT di Halsel saya tidak punya kapasitas untuk menjawab hal itu," tandasnya.

Buyung lebih banyak membeberkan soal batalnya kahadiran Presiden pada kegiatan event WIFT di Halsel.

"Kemungkinan bapak Presiden gagal menghadiri event ini, tetapi sampai saat ini kami belum menerima jadwal pembatalan dari pihak Istana Negara. Bapak Gubernur masih di Jakarta untuk mengkoordinasi dengan Presiden Jokowi," paparnya. (FAISAL)

Berita Terkait