Senin, 20 November 2017 | 14:24:15 WIB

Event WIFT di Halsel Hamburkan Anggaran Senilai 123 Miliyar

Rabu, 25 Oktober 2017 | 12:56 WIB
Event WIFT di Halsel Hamburkan Anggaran Senilai 123 Miliyar

Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah) Provinsi Ma­luku Utara Ahmad Purbaya. (FOTO: IST/LINDO)

TERNATE, LINDO - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menghamburkan anggaran sebesar Rp.123 miliyar dalam pelaksanaan Event Widi Internasional Fising Turnament (WIFT), di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), Rabu (25/10).

Acara yang menghamburkan anggaran melalui APBN itu membuat beberapa kontarktor angkat bicara. Menurut mereka pemerintah Provinsi Malut sampai saat ini tidak mau meyelesaikan utang mereka, justru pemerintah Malut rela menghamburakan anggaran sebesar itu untuk kepentingan event yang tidak berguna.

"Kenapa pemerintah Malut tidak mau menyelesaikan utang mereka kepada kami yaitu pihak ke tiga (Kontraktor), malah mereka menghamburkan uang APBN sebanyak 123 milyar ke acara yang sifatnya serimonial," kata salah satu kontraktor yang namanya dirahasiakan pada LINDO, di Ternate, Rabu (25/10).

Menurut mereka sejumlah pekerjaan proyek yang sumber dananya dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini sudah selesai dikerjakan, namun pihak Pemprov Malut belum mencairkan dana mereka secara utuh.

"Kami dari pihak kontraktor sudah banyak menyesaikan pekerjaan yang sumber dananya dari APBN, tetapi hingga kini uang kami belum juga di cairkan 100 persen. Padahal pekerjaan yang kami kerjakan sudah selesai 100 persen," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, mereka menegaskan persoalan pelunasan pembayaran proyek yang sudah selesai dikerjakan tidak dibayar oleh Pemprov Malut, karena anggaran di Kas Daerah Malut sudah habis.

"Kami sudah berulang-ulang kali mempertanyakan masalah pencairan anggaran pekerjaan kami, tapi yang dijawab oleh pemprov ke kami bahwa daerah tidak punya uang, karena Kas Daerah (Kasda) kehabisan dana," ungkapnya.

Para kontraktor juga menambahkan beberapa waktu lalu mereka mendatangi kantor Keuangan Pemprov Malut untuk menagih utang mereka, tetapi dijawab oleh pihak Keuangan Pemprov Malut saat ini mereka sedang sibuk mempersiapkan event WIFT di Halsel. Untuk itu Pemprov Malut masih membutuhkan anggaran buat acara itu.

"Saat kami datang tagi utang kami pada bagian keuangan provinsi Malut mereka jawab ke kami bahwa mereka masih sibuk soal pelaksanaan event Widi, jadi mereka masih butuh banyak anggaran buat pelaksanaan acara itu," ungkapnya.

Padahal dalam perjanjian setelah proyek selesai dikerjakan maka pelunasan pembayaran proyek akan diselesaikan oleh Pemprov Malut.

"Kami merasa kecewa karena Pemprov Malut tidak melunasi atau memenuhi pembayaran anggran proyek pada pihak ke 3 (kontraktor), padahal  proyek yang kami kerjakan sumber dananya dari dana APBN. Kenapa pemprov Malut mempersulit kami," bebernya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara KH Abudul Gani Kasuba saat dihubungi via komunikasi tidak mau menjawab, sejumlah pesan yang dikirim melalui ponsel tidak mau memberikan tanggapan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi Ma­luku Utara Ahmad Purbaya saat ditemui diruang kerja tidak berada ditempat, salah satu stafnya mengatakan pimpinannya sedang berada di Jakarta.

"Bapak tidak ada, beliau sedang ada tugas ke Jakarta bersama bapak Gubernur," papar salah satu pegwainya. (FAISAL)

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

Baca Juga