Rabu, 22 November 2017 | 20:10:37 WIB

Pentingnya Hydrographic Awareness Dalam Pembangunan Kelautan di Indonesia

Rabu, 25 Oktober 2017 | 12:17 WIB
Pentingnya Hydrographic Awareness Dalam Pembangunan Kelautan di Indonesia

Safari Hidrografi di Manado. Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Trismadi bertukar cenderamata dengan Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Suselo usai acara Safari. (FOTO: DISINFOLAHTA/LINDO)

MANADO, LINDO - Secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari laut. Perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat strategis, karena sebagai Sea Line of Communication (SLOC) bagi kapal-kapal yang berlayar mengingat posisi Indonesia dipersilangan dua samudera dan dua benua.

Mengingat posisi geografis tersebut, Indonesia harus memiliki data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat, terpercaya dan mutakhir  berupa Peta Laut Indonesia dan publikasi nautika termutakhir yang dapat  memberikan jaminan keselamatan bagi-kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia.

Oleh sebab itu, segenap elemen di lingkungan TNI AL  dan masyarakat pengguna untuk bersama-sama memberikan kontribusinya dalam membangun suatu pemikiran yang sama tentang pentingnya hydrographic awareness bagi pembangunan kelautan di Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Trismadi pada kegiatan Safari Hidrografi Pushidrosal di Mako Lantamal VIII, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (24/10).

Safari Pushidrosal di Lantamal VIII Manado  ini merupakan rangkaian kegiatan safari Hidrografi  yang telah digelar di beberapa daerah, untuk bertatap muka dan dan bertukar informasi dengan para pengguna utama produk-produk Pushidrosal, khususnya mengenai Hydrographic Awareness, peta laut, peta militer, dan perkembangan batas maritim RI dengan negara-negara tetangga.

Hadir dalam acara tersebut Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Suselo beserta pejabat utama dan perwira staf, Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Dyan Primana S, Kadis DKP Prov. Sulut, Perwakilan Bakamla Zona Tengah, KSOP Bitung, Fakultas Kelautan Ilmu Perikanan (FKIP) Unsrat, Basarnas Manado, Dinas Perikanan Kota Bitung, Distrik Navigasi Bitung, serta Politeknik Kelautan Perikanan Bitung.

Lebih lanjut Kapushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal merupakan respresentasi Pemerintah RI dalam bidang kehidrografian di lembaga internasional International Hydrographic Organization (IHO), sehingga produk-produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar internasional yang telah dipersyaratkan IHO.

Ditambahkannya, produk peta laut indonesia memiliki kekhususan tertentu yang  tidak  dimiliki oleh peta-peta lainnya. Peta yang di dalamnya banyak tanda dan simbol, yang semuanya dimaksudkan untuk membantu seorang navigator dalam melayarkan kapalnya  tersebut, selalu diupdate melalui survei dan pemetaan hidro-oseanografi Pushidrosal untuk menjamin keselamatan pelayaran.

Pada bagian lain amanatnya, kapushidrosal menyampaikan  bahwa Pushidrosal telah menginisiasi pembentukan Dewan Hidrografi Indonesia (DHI), yang anggotanya terdiri dari perwakilan kementerian, lembaga,  TNI , akademisi, serta sektor swasta yang bergerak dalam bidang hidrografi dan oseanografi. DHI telah dikukuhkan oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, SE, MAP pada tanggal 31 Agustus 2017,  bersamaan dengan acara Seminar Hidrografi dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2017 di Jakarta.

Pada saat ini pula Pushidrosal berupaya untuk terus meningkatkan kiprah dan perannya pada tataran  nasional, regional dan Internasional, dengan menjadi Council-Member  International Hydrographic Organization (IHO), turut menjadi member pada North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC), serta  mengirimkan perwakilan untuk berperan serta sebagai observer pada South-West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC).  (DISINFOLAHTA)

EDITOR : AHAMD DAILANGI

Berita Terkait

Baca Juga